Permintaan Oksigen Meningkat, Pemerintah Akan Impor jika Sudah Kewalahan

Kompas.com - 05/07/2021, 12:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana melakukan impor gas oksigen medis untuk memenuhi tingginya permintaan akibat dari mewabahnya Covid-19.

Direktur Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin Fridy Juwono mengatakan, rencana ini akan langsung dilakukan jika tingkat kebutuhan gas oksigen medis meningkat.

Namun, belum bisa dipenuhi produksinya di dalam negeri.

Baca juga: Luhut Pastikan Penimbun Oksigen dan Obat Akan Dapat Ganjaran

"Kita kan tetap memprioritaskan produk yang ada ada di dalam negeri, tapi kalau kebutuhan terus meningkat akhirnya kan melewati kemampuan kami, kami lihat juga apakah permintaan itu mampu kita penuhi atau tidak. Kalau enggak yah kita buka keran impor. Artinya, kami coba berusaha memenuhi kebutuhan dalam negeri," ujar Fridy saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/7/2021).

Walau demikian, lanjut dia, rencana ini masih sedang digodok dan dibahas lebih lanjut untuk mengetahui kapan dimulainya impor, hingga berapa banyak jumlah impornya.

"Impor itu kan banyak yang harus dipersiapkan, syaratnya sangat penting. Ini bukan barang yang gampang dilobi, jadi memang masih dirapatin," jelas Fridy.

Sementara daerah prioritas yang akan didorong kebutuhan gas oksigen medisnya yakni wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

"Kemarin itu kan Jawa Tengah, sekarang 2 wilayah ini jadi prioritasnya. Tapi kami sangat terbuka kira-kira daerah mana saja yang juga membutuhkan. Akan di-update terus," ucap dia.

Baca juga: Titah Luhut ke Produsen Oksigen RI: 100 Persen untuk Medis!

Fridy menambahkan, bukan hanya produk gas oksigen medis saja yang akan diimpor, tetapi semua produk kesehatan yang diperlukan juga akan diimpor.

"Akan kita lihat nanti apa saja entah oksigen cairnya (liquid oxygen), semua yang diperlukan lah. Kita hitung semua nanti sembari menjaga kemampuan kita dengan perkembangan demand seperti apa," tambah dia.

Sebelumnya, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan bahwa terjadi kenaikan permintaan oksigen menjadi 5 kali lipat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertamina NRE dan MDI Ventures Buka Peluang Pendanaan Startup Energi

Pertamina NRE dan MDI Ventures Buka Peluang Pendanaan Startup Energi

Rilis
Tenaga Kerja: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Tenaga Kerja: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Work Smart
Profil Nicke Widyawati, Wanita yang Dua Periode Jabat Posisi Dirut Pertamina

Profil Nicke Widyawati, Wanita yang Dua Periode Jabat Posisi Dirut Pertamina

Whats New
Memutus Rantai 'Generasi Sandwich' dengan Pengelolaan Keuangan yang Baik, Seperti Apa?

Memutus Rantai 'Generasi Sandwich' dengan Pengelolaan Keuangan yang Baik, Seperti Apa?

Whats New
HUB.ID Accelerator 2022, Ajang Kominfo Latih 'Startup' Buat 'Pitch Deck'

HUB.ID Accelerator 2022, Ajang Kominfo Latih "Startup" Buat "Pitch Deck"

Whats New
Cara Cek BSU Tahap 4 atau BLT Subsidi Gaji yang Cair Mulai Hari Ini

Cara Cek BSU Tahap 4 atau BLT Subsidi Gaji yang Cair Mulai Hari Ini

Whats New
Tragedi Stadion Kanjuruhan, Erick Thohir: Tidak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Erick Thohir: Tidak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa

Whats New
Gandeng Perusahaan Farmasi Inggris, Erick Thohir: Bio Farma Akan Kembangkan Obat Hemofilia

Gandeng Perusahaan Farmasi Inggris, Erick Thohir: Bio Farma Akan Kembangkan Obat Hemofilia

Whats New
Ini Kriteria Pemimpin Ideal Versi Sri Mulyani

Ini Kriteria Pemimpin Ideal Versi Sri Mulyani

Whats New
Kresna Life Minta Cabut Sanksi PKU, OJK: Berbahaya untuk Calon Nasabah Baru

Kresna Life Minta Cabut Sanksi PKU, OJK: Berbahaya untuk Calon Nasabah Baru

Whats New
Jadikan FABA Filler Pupuk NPK, Petrokimia Gresik Hemat Rp 7,4 Miliar

Jadikan FABA Filler Pupuk NPK, Petrokimia Gresik Hemat Rp 7,4 Miliar

Whats New
Inflasi Terus Meningkat, Mendagri: Memang Sudah Diprediksi...

Inflasi Terus Meningkat, Mendagri: Memang Sudah Diprediksi...

Whats New
OJK Sebut SWI Temukan 105 Pinjol Ilegal dan 18 Investasi Ilegal pada September 2022

OJK Sebut SWI Temukan 105 Pinjol Ilegal dan 18 Investasi Ilegal pada September 2022

Whats New
Pembangkit Batu Bara Beroperasi Lagi di Eropa, Harga Batu Bara Naik

Pembangkit Batu Bara Beroperasi Lagi di Eropa, Harga Batu Bara Naik

Whats New
Tren 'Startup' Gabungkan 'E-commerce' dan 'Online Travel Agent', Apa Manfaatnya?

Tren "Startup" Gabungkan "E-commerce" dan "Online Travel Agent", Apa Manfaatnya?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.