Kemenaker Ungkap Tiga Tantangan dalam Transformasi Ketenagakerjaan

Kompas.com - 29/07/2021, 20:26 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Anwar Sanusi dalam diskusi Program Ship to Shore Rights Southeast Asia, pada Rabu (21/7/2021). DOK. Humas Kementerian KetenagakerjaanSekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Anwar Sanusi dalam diskusi Program Ship to Shore Rights Southeast Asia, pada Rabu (21/7/2021).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Semakin meningkatnya otomatisasi menjadi tantangan tersendiri di dunia ketenagakerjaan dewasa ini. Maka dari itu, tantangan di dunia ketenagakerjaan ini perlu disikapi dengan memaksimalkan potensi diri melalui rescaling.

Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengungkapkan, selain munculnya jenis pekerjaan baru yang belum ada sebelumnya, transformasi ketenagakerjaan juga akan menurunkan kebutuhan akan jenis pekerjaan tertentu.

Misalkan saja, petugas pengirim surat yang dulunya diandalkan dalam perusahaan, sekarang sudah tidak dibutuhkan lagi karena adanya teknologi yang mempermudah siapapun untuk saling terhubung. Saat ini pekerjaan otomatisasi seperti artificial intelligence/AI yang saat ini banyak dibutuhkan perusahaan-perusahaan teknologi.

“Saya sudah memetakan jenis pekerjaan yang menurun tingkat permintaannya dan ada juga yang naik seperti misalkan AI yang membutuhkan skill, ahli big data, ahli pemasaran digital, otomatisasi peroses hingga ahli manajemen risiko,” kata Anwar dalam acara Pasar Saksi, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: 10 Orang Terkaya di Indonesia, Dari Mana Sumber Kekayaannya?

Adapun tantangan dalam transformasi ketenagakerjaan yaitu pertama skill transformation. Menurut Anwar, saat ini ada banyak pekerjaan baru muncul meninggalkan pekerjaan lama. Sehingga, penting untuk mendapatkan pemahaman mengenai jenis pekerjaan baru tersebut.

“Karena lapangan kerja baru muncul, kita harus mempersiapkan keterampilan apa yang harus dimiliki. Misalkan, coding, ataupun data analisis,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua adalah job transformation yang membuat siapapun bisa bekerja dari mana saja dan kapan saja. Hal ini juga disikapi positif oleh beberapa usaha, seperti kafe yang saat ini tidak hanya tempat yang menyediakan makanan dan minuman saja, namun bisa digunakan untuk tempat bekerja.

“Kenapa bisnis kafe tumbuh subur? karena memang kafe tidak semata-mata hanya untuk menghilangkan kepenatan, untuk istirahat ngopi, tapi juga untuk tempat bekerja,” ucap dia.

Di sisi lain, melalui revolusi industry 4.0, banyak orang menjalani berbagai macam pekerjaan dalam satu waktu. Hanya saja untuk melakukan itu, perlu mekanisme pemikiran yang memumpuni sehingga bisa membagi segala urusan dengan tepat.

Baca juga: Luhut: Tracing Jadi Kunci Utama Penanganan Covid-19

Ketiga adalah society transformation yang mengalami ketimpangan. Misalkan saja akses komputer, smartphone, dan jaringan internet yang memumpuni untuk menunjang kinerja.

“Ini menurut saya suatu hal yang tidak bisa dihindari. Fenomena digital device menjadi ketimpangan dalam memperoleh akses computer, smartphone, dan jaringan internet,” jelas dia.

Ia menambahkan, meskipun saat ini pekerja bisa menjalankan lebih dari satu profesi sekaligus, namun di tengah pandemi dan perekonomian yang lesu, memunculkan kekhawatiran akan ketersediaan lapangan kerja. Maka dari itu, perlu penjaminan sosial yang mengakomodir kondisi tersebut.

“Meningkatnya ketidakpastian mendapatkan pekerjaan, seperti sekarang ini hampir semuanya lesu, pertanyaannya bagaimana system penjamin sosial yang mengakomodir kondisi ini, ini adalah tantangan revolusi industri 4.0,” ucap dia.

Baca juga: Jalan Tol Bakal Dipasangi Teknologi WIM, Apa Itu?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KSPI: Aksi Mogok Nasional 6-8 Desember 2021 Tetap Dilakukan

KSPI: Aksi Mogok Nasional 6-8 Desember 2021 Tetap Dilakukan

Whats New
Besok Diblokir, Segera Tukarkan Kartu ATM Magnetik BCA Anda!

Besok Diblokir, Segera Tukarkan Kartu ATM Magnetik BCA Anda!

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Dari Rugi, Laba Bersih INOV Meroket 253,6 Persen pada Kuartal III-2021

Dari Rugi, Laba Bersih INOV Meroket 253,6 Persen pada Kuartal III-2021

Whats New
Minta Masyarakat Tak Panik Hadapi Omicron, Luhut: Kita Hanya Perlu Waspada...

Minta Masyarakat Tak Panik Hadapi Omicron, Luhut: Kita Hanya Perlu Waspada...

Whats New
Kekhawatiran akan Omicron Reda, IHSG Lanjutkan Kenaikan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kekhawatiran akan Omicron Reda, IHSG Lanjutkan Kenaikan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Dari Tantangan hingga Solusi, Begini Cara Adaptasi Industri Manufaktur di Era New Normal

Dari Tantangan hingga Solusi, Begini Cara Adaptasi Industri Manufaktur di Era New Normal

BrandzView
Biden Tak Akan 'Lockdown', Wall Street Menghijau

Biden Tak Akan "Lockdown", Wall Street Menghijau

Whats New
Durasi Karantina Diperpanjang, Sandiaga Uno: Pemerintah Utamakan Kesehatan Masyarakat Indonesia

Durasi Karantina Diperpanjang, Sandiaga Uno: Pemerintah Utamakan Kesehatan Masyarakat Indonesia

Whats New
Pelita Air Lirik Penerbangan Berjadwal Rute Domestik

Pelita Air Lirik Penerbangan Berjadwal Rute Domestik

Whats New
[POPULER MONEY] Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok | Alasan Pemerintah Tak Berlakukan 'Lockdown'

[POPULER MONEY] Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok | Alasan Pemerintah Tak Berlakukan "Lockdown"

Whats New
Airbus A-400M Atlas atau Hercules C-130 J

Airbus A-400M Atlas atau Hercules C-130 J

Whats New
Luhut Minta Nadiem Masukan Kurikulum Cinta Produk dalam Negeri

Luhut Minta Nadiem Masukan Kurikulum Cinta Produk dalam Negeri

Whats New
Garuda Indonesia Layani Penerbangan Jakarta-Singapura Tanpa Karantina

Garuda Indonesia Layani Penerbangan Jakarta-Singapura Tanpa Karantina

Rilis
Ciri-ciri Perdagangan Internasional

Ciri-ciri Perdagangan Internasional

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.