Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malaysia Larang Platfrom Jual-Beli Aset Kripto Binance Beroperasi

Kompas.com - 01/08/2021, 10:21 WIB
Mutia Fauzia

Penulis


KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Regulator Malaysia memutuskan untuk melarang platform perdagangan mata uang kripto Binance untuk beroperasi di negara tersebut.

Dilansir dari Cointelegraph, Minggu (1/8/2021) Komisi Sekuritas (SC) Malaysia telah memberi peringatan publik kepada Binance dan seluruh entitasnya untuk mengentikan operasional di negara tersebut.

Selain itu, pihak SC juga mengatakan, Binance terus melanjutkan operasionalnya di Malaysia meski telah beberapa kali diberi peringatan oleh pihak otoritas. Sebelumnya juga telah diberitakan, Binance tak diberi izin untuk beroperasi di Malaysia sejak Juli 2020 lalu.

Kala itu, pihak Komisi Sekuritas telah merilis sebiah daftar platform perdagangan aset digital yang menawarkan layanan di negara tersebut tanpa izin dari regulator Malaysia.

Baca juga: Binance Market Limited Dilarang Layani Transaksi Aset Kripto di Inggris, Mengapa?

Saat larangan operasi dijatuhkan, Binance memiliki 14 hari untuk memenuhi ketentuan otoritas setempat termasuk untuk menghentikan layanan website serta aplikasi mereka. Selain itu, Binance juga diminta untuk menghentikan setiap kegiatan yang bersifat menawarkan jasa mereka di negara tersebut.

Pengumuman dari pihak Komisi Sekuritas Malaysia juga menekankan agar CEO Binance Changpeng Zhao memastikan kepatuhan atas setiap perintah tersebut.

Regulator sekuritas Malaysia juga meminta masyarakat untuk tak melakukan kegiatan trading dengan platform yang beroperasi di negara tersebut secara ilegal.

"Binance mengambil langkah kolaboratif dalam bekerja ddengan regulator untuk menavigasi industri yang sedang bertumbuh ini. Selain itu, kami juga memastikan kepatuhan kami dengan sangat serius. Kami secara aktif mengikuti perubahan kebijakan, aturan, dan undang-undang di ekosistem baru ini," tulis salah satu juru bicara Binance.

Baca juga: Simak, Ini 3 Mata Uang Kripto yang Dimiliki Elon Musk

Mereka juga menekankan, Binance.com sejauh ini tidak beroperasi di Negeri Jiran tersebut.

Untuk diketahui, langkah otoritas Malaysia tersebut merupakan secuil dari serangkaian langkah yang regulator berbagai negara di dunia yang menargetkan bursa kripto raksasa tersebut.

Mulai dari peringatan, investigasi, hingga pelarangan, Binance saat ini berada di bawah pengawasan dari berbagai regulator di seluruh dunia.

Sebelumnya, pada Juli lalu regulator keuangan Italia telah memberi peringatan kepada Binance dan menyatakan platform tersebut tidak diberi izin untuk menawarkan layanannya di negara tersebut.

Selain itu, beberapa negara lain seperti Jerman, Polandia, Jepang, Thailand, Singapura, Amerika Serikat, hingga Inggris juga telah memberi peringatan kepada Binance.

Baca juga: Aset Kripto Kompak Melesat, Harga Bitcoin Kembali ke Rp 600 Juta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Mau Liburan Akhir Tahun? Simak Dulu Tips Libur 'Anti Boncos' Ini

Mau Liburan Akhir Tahun? Simak Dulu Tips Libur "Anti Boncos" Ini

Spend Smart
Gen Z dan Milenial, Yuk Manfaatkan Bonus Akhir Tahun untuk Investasi

Gen Z dan Milenial, Yuk Manfaatkan Bonus Akhir Tahun untuk Investasi

Spend Smart
Kementerian ESDM Apresiasi GKP untuk Upaya Pemberdayaan Ekonomi Ibu-ibu di Konawe

Kementerian ESDM Apresiasi GKP untuk Upaya Pemberdayaan Ekonomi Ibu-ibu di Konawe

Whats New
Faktor Apa yang Menyebabkan Pendapatan Per Kapita Penduduk Brunai Tinggi?

Faktor Apa yang Menyebabkan Pendapatan Per Kapita Penduduk Brunai Tinggi?

Whats New
Kemenparekraf Soroti Ancaman PHK Industri Kreatif Jika Pasal Tembakau di RPP Kesehatan Disahkan

Kemenparekraf Soroti Ancaman PHK Industri Kreatif Jika Pasal Tembakau di RPP Kesehatan Disahkan

Whats New
Awal Desember, Aliran Modal Asing Terus Mengalir ke Pasar Keuangan RI

Awal Desember, Aliran Modal Asing Terus Mengalir ke Pasar Keuangan RI

Whats New
RS MH Thamrin Cileungsi dan PT Universal Agri Bisnisindo Gelar Simulasi Penanganan Kecelakaan Kerja

RS MH Thamrin Cileungsi dan PT Universal Agri Bisnisindo Gelar Simulasi Penanganan Kecelakaan Kerja

Rilis
Guna Reka Cemerlang Berkolaborasi dengan Stratus dan Awanio, Dukung Percepatan Bisnis di Era Transformasi Digital

Guna Reka Cemerlang Berkolaborasi dengan Stratus dan Awanio, Dukung Percepatan Bisnis di Era Transformasi Digital

Whats New
KPK Lelang Barang Hasil Gratifikasi, Ada Album BTS, Sepeda Listrik, hingga PS5

KPK Lelang Barang Hasil Gratifikasi, Ada Album BTS, Sepeda Listrik, hingga PS5

Whats New
Simak, Ini Daftar Biaya Admin BCA Terbaru per 19 Januari 2024

Simak, Ini Daftar Biaya Admin BCA Terbaru per 19 Januari 2024

Whats New
Harga Emas Antam Sepekan, Sempat Sentuh Rekor Tertinggi, lalu Ambles

Harga Emas Antam Sepekan, Sempat Sentuh Rekor Tertinggi, lalu Ambles

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 10 Desember 2023

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 10 Desember 2023

Spend Smart
6 Saham Paling Boncos dalam Sepekan, Ada ARTO, BUKA, hingga MDKA

6 Saham Paling Boncos dalam Sepekan, Ada ARTO, BUKA, hingga MDKA

Whats New
Cek, Ini Limit Transaksi Harian Bank BCA Terbaru per 19 Januari 2024

Cek, Ini Limit Transaksi Harian Bank BCA Terbaru per 19 Januari 2024

Whats New
Peningkatan Pendapatan Per Kapita Dapat Diusahakan dengan Cara Apa?

Peningkatan Pendapatan Per Kapita Dapat Diusahakan dengan Cara Apa?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com