Mengapa Masyarakat Banyak Gunakan Pinjol? Ini Kata Satgas SWI

Kompas.com - 06/08/2021, 19:10 WIB
Kepala Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L. Tobing usai membuka Warung Waspada Investasi di Jakarta, Jumat (1/11/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAKepala Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L. Tobing usai membuka Warung Waspada Investasi di Jakarta, Jumat (1/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK Tongam L Tobing mengatakan, aplikasi pinjaman online alias pinjol sangat dibutuhkan masyarakat.

Sebab menurut dia, pinjol cukup mudah memberikan layanan pinjaman uang, dibandingkan sektor keuangan formal lainnya seperti bank, yang biasanya memiliki banyak persyaratan serta harus melakukan berbagai verifikasi dokumen.

"Kan kalau di lembaga keuangan formal banyak syaratnya, mulai dari fotocopy KTP, hingga verifikasi dokumen lain. Selain itu, kalau ke lembaga keuangan formal harus siapkan ongkos, waktu, belum lagi harus antre. Tapi kalau lewat pinjol, enggak kayak gitu, mudah. Makanya banyak yang pakai," ujar Tongam dalam diskusi webinar Hati-hati Jebakan Pinjol Ilegal yang disiarkan secara virtual, Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Jangan Terjebak, Ini Perbedaan Pinjol yang Legal dan Ilegals

Tongam menyebutkan, hingga saat ini ada sebanyak 64,8 juta nasabah yang sudah melakukan peminjaman melalui aplikasi pinjol legal.

Sementara, jumlah dana yang sudah disalurkan mencapai Rp 221,56 triliun. "Dari data ini aja memang menunjukkan bahwa keberadaan pinjol sangat dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi pendanaan yang memang tidak bisa dilayani oleh sektor keuangan," kata Tongam.

Walau demikian, Tongam menegaskan, masyarakat harus berhati-hati sebelum melakukan peminjaman dari aplikasi online. Sebab menurut dia, saat ini banyak aplikasi pinjol yang ilegal dan tidak terdaftar di OJK.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menyarankan ketika masyarakat memang benar-benar terpaksa harus melakukan peminjaman, sebaiknya memanfaatkan aplikasi pinjol yang legal. "Membedakannya itu gampang, sudah pinjam aja di aplikasi yang sudah terdaftar di OJK. Catat aja, aplikasi pinjol mana yang terdaftar resmi di OJK, pinjamnya ke yang legal itu. Kalau ada aplikasi yang tidak terdaftar, itu berarti ilegal," terang Tongam.

Dia menambahkan, hingga saat ini ada sebanyak 121 fintech atau pinjol yang legal dan sudah terdaftar di OJK.

Baca juga: Bareskrim Tindak Hukum Dua Pinjol Ilegal, SWI: Beri Efek Jera

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.