BPKN: Tabung Oksigen Medis Perlu Memenuhi Standar Ketentuan yang Ada

Kompas.com - 27/08/2021, 16:28 WIB
Arsip Foto. Warga antre untuk mengisi ulang tabung oksigen di agen oksigen di Batu Tulis, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (19/7/2021). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/awwArsip Foto. Warga antre untuk mengisi ulang tabung oksigen di agen oksigen di Batu Tulis, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (19/7/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menilai standardisasi produk melalui penetapan Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan hal yang wajib, khususnya bagi produk-produk yang berisiko pada keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Hal ini bertujuan melindungi masyarakat sebagai konsumen dari potensi kesalahan penggunaan produk dan kemungkinan lainnya.

Ketua BPKN Rizal E. Halim mengatakan, SNI bersama sejumlah aturan lainnya seperti izin edar dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, dan BPOM bisa berfungsi sebagai filter untuk memastikan keamanan barang dan jasa yang ada di masyarakat sehingga layak dikonsumsi.

“Semua produk yang berisiko harus ada standardisasi yang digunakan, khususnya yang menyangkut nyawa, keselamatan dan kesehatan masyarakat,” ujar Rizal dalam siaran persnya seperti dikutip Kompas.com pada Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Sri Mulyani Desak Debitor BLBI untuk Penuhi Panggilan karena Sudah 22 Tahun...

Rizal mencontohkan salah satu alat yang harus distandardisasi yaitu tabung oksigen medis yang saat ini menjadi kebutuhan penting dengan ketersediaan yang terbatas di tengah pandemi Covid-19.

Saat ini kata dia, belum ada aturan terkait tata niaga maupun standar kualitas tabung oksigen medis. Oleh karena itu, Badan Standardisasi Nasional tengah menyusun SNI tabung oksigen medis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Untuk melindungi masyarakat terhindar dari hal yang tidak diinginkan, maka tabung oksigen (medis) perlu memenuhi standar ketentuan yang ada, termasuk standar yang ditetapkan di International Organization for Standarization (ISO). Itu yang kemudian diadopsi oleh BSN untuk dituangkan dalam SNI,” kata Rizal.

Menurut Rizal, pemberlakuan SNI untuk produk ini akan sangat baik dengan catatan perlu dicermati dengan hati-hati. Pasalnya, tabung oksigen medis saat ini menjadi salah satu kebutuhan yang sangat banyak dicari, sementara pasokan di dalam negeri terbatas sehingga untuk sementara pemerintah memudahkan impornya.

Baca juga: Donasi Tabung Oksigen mulai Rp 5.000 di Blibli, Begini Caranya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.