KILAS

Kementan Gelar Bimtek On The Spot, 4 Petani Ini Bagikan Pengalamannya

Kompas.com - 30/08/2021, 16:58 WIB

Nian menyampaikan, pihaknya bisa memaksimalkan lahan tersebut hingga menghasilkan panen 15-25 ton per ha.

Hasil panen tersebut tergantung kesuburan tanah, perawatan lahan, penyiangan rumput dan sebagainya. Dari panen tersebut, KT Subur Jaya setidaknya mendapatkan laba Rp 30 juta.

“KT Subur Jaya berharap untuk mendapatkan bantuan kepada pihak Kementan, pihak suportir dan Dinas Pertanian agar harga ke depan lebih baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan kehidupan para petani di Desa Mukti Jaya, Bekasi,” papar Beni.

Tidak hanya petani, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga turut bergabung pada kegiatan Bimtek On The Spot ini. Dia menjelaskan, salah satu komoditas andalan Kabupaten Garut adalah kunyit.

Berdasarkan data yang ada, Kabupaten Garut merupakan produsen kunyit terbesar di Jabar dengan luas lahan sekitar 600-700 ha di Kecamatan Slawi.

Baca juga: Antisipasi Perubahan Iklim, Kementan Berupaya Optimalkan Irigasi Pertanian

“Selain memproduksi produk segar, kami juga sudah mulai mengolah simplisia dan kami berharap adanya dukungan infrastruktur untuk pascapanennya,” ujarnya.

Beni berharap, ke depan kunyit dapat difokuskan ke pengembangan. Dengan begitu, kunyit bisa menjadi salah satu komoditas yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Garut.

Bukti petani hebat

Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura selaku koordinator Bimtek seri Hortikultura Retno Sri Hartati Mulyandari mengatakan, kegiatan Merdeka Panen dan Tanam bertujuan membuktikan petani-petani yang ada sangat hebat dan luar biasa.

Petani dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi untuk meyakinkan bahwa petani lainnya juga mampu untuk berhasil dalam bertani. Bertani itu keren,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Yanuarius, Pensiunan Guru yang Memilih Jadi Petani Cabai, Raup Omzet Puluhan Juta

Retno mengatakan, melalui kegiatan Merdeka Panen dan Tanam, petani dari berbagai daerah dapat bergabung langsung dari lahannya secara daring untuk melakukan panen atau tanam komoditas hortikultura.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha menambahkan, petani bisa berbuat lebih dari apa yang saat ini dilakukan.

“Yang tidak tahu menjadi tahu dan yang sudah tahu menjadi lebih tahu. Yang sudah paham juga dapat berbagi ilmu kepada orang lain,” ujarnya saat membuka Bimtek On The Spot “Grower on Stage, Petani Merdeka, Petani Bertanya, Petani Menjawab”.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto sebelumnya telah memberikan arahan kepada jajarannya agar turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang digelar Kementan.

Baca juga: Cerita Petani Porang di Cianjur, Raup Untung Besar Saat Panen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.