Jokowi Puji Himbara dan Telkom tapi Sindir Perusahaan BUMN Ini

Kompas.com - 16/10/2021, 17:35 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di KEK JIIPE, Kecamatan Manyar, Gresik, Selasa (12/10/2021). Tangkapan layar youtube Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di KEK JIIPE, Kecamatan Manyar, Gresik, Selasa (12/10/2021).


JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji transformasi yang dilakukan sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), namun ia juga menyindir BUMN lainnya.

Jokowi menyampaikan hal ini di hadapan Menteri BUMN Erick Thohir dan para Dierektur Utama BUMN dalam sebuah tayangan yang diunggah akun Sekretariat Presiden pada Sabtu (26/10/2021).

Jokowi menegaskan bahwa pemerintah ingin membawa perusahaan BUMN go global. Ia ingin perusahaan pelat merah bersaing di kancah internasional dengan menggencarkan penataan model bisnis dan teknologi.

Baca juga: BUMN Sakit Disuntik PMN, Jokowi Geram: Maaf, Terlalu Enak Sekali

“Dunia sudah kayak gini, revolusi industri 4.0, distrubsi teknologi, ada pandemi, dan kalau saudara-saudara tidak merespons dari ketidakpastian ini dengan adaptasi secepat-cepatnya, kalau Pak Menteri sampaikan kepada saya, Pak ini ada perusahaan seperti ini kondisinya BUMN, kalau saya langsung tutup saja. Nggak ada diselamatkan. Diselamatin gimana kalau sudah kayak gitu,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menekankan pentingnya untuk membangun profesionalisme dan nilai-nilai dasar di dalam diri para pimpinan BUMN.

Menurutnya, para Direktur Utama BUMN merupakan orang-orang terpilih yang diharapkan percaya diri menghadapi persaingan baik secara nasional maupun global.

“Dan Bapak Ibu semuanya sekali lagi ini sudah terpilih, terseleksi, pintar-pintar, saya nggak ingin ngajarin yang namanya manajemen, Bapak Ibu jauh lebih jago,” ucapnya.

Jokowi menilai, sejumlah perusahaan pelat merah sudah mampu melakukan adaptasi sesuai harapan, di antaranya bank BUMN atau Himbara dan PT Telkom Indonesia.

“Jadi sekali lagi adaptsi pada model bisnis, model bisnis yang baru dan teknologinya. Ada yang sudah masuk ke sana sudah cepat mengadaptasi,” tuturnya.

Baca juga: Jokowi Ungkap Ruwetnya Urus Izin Pembangkit Listrik di Indonesia

“Saya lihat perbankan, bank-banknya sudah mulai masuk ke sana. Telkom, Telkomsel ya sudah saya lihat. Yang lain belum, maaf. Yang infrastuktur, BUMN infrastuktur, BUMN transportasi belum,” sambung Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi memerintahkan agar dalam melakukan percepatan adaptasi bisnis, perusahaan BUMN harus bermitra dengan perusahaan global.

“Kalau mau cepat kita beradaptasi itu, cara yang paling cepat adalah berpartner. Perusahaan global mana yang paling baik, ajak. Pasti mau dengan kita. Kita sudah dinilai prospek ke depan 10-20 tahun yang akan datang kita akan menjadi ekonomi 4 besar dunia kok, siapa yang nggak mau. Mau semua,” serunya.

Kepala Negara menegaskan, BUMN harus berani berkompetisi, namun juga tetap mampu melakukan perhitungan dalam setiap pengambilan keputusan.

“Tolong dihitung karena apapun BUMN ini adalah perusahaan negara, social impact-nya dihitung juga. Dan yang paling penting review terus keekonomiannya. Hitung, kalkulasi, sehingga kita bisa tahu pertumbuhan ke depan itu akan seperti apa,” tegasnya.

Perhitungan tersebut menurut Jokowi juga harus dilakukan untuk proyek-proyek yang dikerjakan dari penugasan pemerintah.

Baca juga: Jokowi Sentil PLN: Perizinan Bertele-tele, Ini Harus Dipangkas

“Saya bisa menugaskan, memberikan penugasan, ini penugasan bangun jalan tol, tapi ya dihitung. Ada kalkulasinya. Dan diberitahu, Pak ini IRR-nya sekian. Berarti kami memerlukan suntikan dari APBN sekian,” ucapnya.

“Jangan kalau pas dapat penugasan rebutan, tidak ada kalkulasi karena penugasan, kemudian ngambil pinjaman jangka pendek, padahal infrastuktur itu untuk jangka panjang, udah nggak ketemu. Itu tugas suadara-sudara untuk ngitung kalau ada penugasan. Kalau enggak logis, bagaimana dibuat logis tapi dengan kalkulasi,” lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.