Apa itu Passive Income: Pengertian, Jenis, dan Caranya Mendapatkannya

Kompas.com - 02/12/2021, 09:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comPassive income adalah salah satu istilah yang sudah tidak asing lagi bagi kalangan investor, termasuk kaum milenial. Bahkan, banyak anak muda sekarang yang sedang berjuang membangun passive income untuk menghasilkan uang. Apa itu passive income?

Secara sederhana, passive income artinya pendapatan atau penghasilan pasif. Ada juga yang mengartikan passive income adalah penghasilan sampingan. Passive income artinya penghasilan (uang) yang diperoleh seseorang dengan melakukan aktivitas yang sangat minim.

Passive income adalah cara yang baik untuk membantu seseorang menghasilkan uang tanpa harus banyak aktif. Apalagi pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Membangun passive income artinya berusaha agar uang atau aset yang dimiliki bekerja untuk kita dan menghasilkan uang.

Baca juga: SKK Migas: Perjalanan Menuju Net Zero Emission Bukan Sprint...

Pengertian passive income

Dikutip dari Investopedia, Kamis (2/12/2021), passive income adalah penghasilan yang diperoleh dari sewa properti, kemitraan terbatas, atau perusahaan lain di mana seseorang tidak terlibat secara aktif. Seperti halnya pendapatan aktif, passive income biasanya dikenakan pajak.

Secara umum, penghasilan atau pendapatan itu dibagi ke dalam tiga kategori utama yaitu pendapatan aktif, pendapatan pasif (passive income), dan pendapatan portofolio. Ada yang mengartikan passive income adalah sebagai silent investor.

Passive income adalah penghasilan yang didapatkan dengan aktivitas yang minimSHUTTERSTOCK/KHOL HILMY Passive income adalah penghasilan yang didapatkan dengan aktivitas yang minim

Namun, beberapa analis menganggap pendapatan portofolio sebagai passive income. Sehingga dividen dan bunga akan dianggap pasif.

Passive income adalah dambaan setiap orang, terutama para investor. Karena dengan passive income yang terbangun, tidur pun tetap bisa mendapatkan penghasilan.

Jenis passive income

Secara garis besar, setidaknya ada 3 jenis passive income. Jenis passive income pertama adalah paper asset, contohnya deposito, saham, atau reksadana yang bisa memberikan bunga atau imbal hasil meskipun ketika Anda tidur.

Baca juga: Buruh Protes UMP 2022, Menteri Bahlil: Yang Penting Dapat Gaji

Jenis passive income kedua adalah bisnis yang dijalankan tanpa Anda terlibat aktif di dalamnya. Misalnya, usaha laundry atau minimarket.

Sedangkan jenis passive income ketiga adalah dari properti yang disewakan. Misalnya bisnis sewa rumah, kost-kostan, hotel, dan lainnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftar GoFood 2022 Online

Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftar GoFood 2022 Online

Smartpreneur
Cara Kerja Sistem MLFF Gunakan GNSS, Pengganti E-toll

Cara Kerja Sistem MLFF Gunakan GNSS, Pengganti E-toll

Whats New
Tinggal Sebulan, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus Rp 91,6 Triliun

Tinggal Sebulan, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus Rp 91,6 Triliun

Whats New
Pencabutan Larangan Ekspor CPO Dinilai Jadi Langkah Strategis Pulihkan Ekonomi

Pencabutan Larangan Ekspor CPO Dinilai Jadi Langkah Strategis Pulihkan Ekonomi

Whats New
Kemenko Perekonomian Ungkap Peran Lin Che Wei di Pemerintah, Ini Jawabannya

Kemenko Perekonomian Ungkap Peran Lin Che Wei di Pemerintah, Ini Jawabannya

Whats New
Catat Syarat dan Cara Daftar GrabFood 2022 Online

Catat Syarat dan Cara Daftar GrabFood 2022 Online

Smartpreneur
Ada Pengerjaan Proyek di Stasiun Manggarai, Ini Perubahan Rute Operasi KRL Commuter

Ada Pengerjaan Proyek di Stasiun Manggarai, Ini Perubahan Rute Operasi KRL Commuter

Whats New
Pengamat: Investasi di GoTo Bukan untuk Cari Cuan Harian atau Mingguan, melainkan Prospek Jangka Panjang

Pengamat: Investasi di GoTo Bukan untuk Cari Cuan Harian atau Mingguan, melainkan Prospek Jangka Panjang

Whats New
Upayakan Aplikasi MLFF Bebas Kuota Internet, Roatex Jajaki Operator Telekomunikasi

Upayakan Aplikasi MLFF Bebas Kuota Internet, Roatex Jajaki Operator Telekomunikasi

Whats New
Simak Syarat dan Cara Daftar Online Shopee Food Merchant

Simak Syarat dan Cara Daftar Online Shopee Food Merchant

Smartpreneur
Bakal Dibahas di Forum G20, Sri Mulyani Sebut Gaji Perempuan 30 Persen Lebih Rendah

Bakal Dibahas di Forum G20, Sri Mulyani Sebut Gaji Perempuan 30 Persen Lebih Rendah

Whats New
Kenapa 100K Artinya Rp 100.000? Simak Asal Usul Arti K pada Harga

Kenapa 100K Artinya Rp 100.000? Simak Asal Usul Arti K pada Harga

Spend Smart
Turun Tipis, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 984.000 Per Gram

Turun Tipis, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 984.000 Per Gram

Earn Smart
Dukung Pendidikan, Telkom Berikan Bantuan Digitalisasi untuk Sekolah di Tarutung

Dukung Pendidikan, Telkom Berikan Bantuan Digitalisasi untuk Sekolah di Tarutung

Rilis
Para Konglomerat yang Kaya Raya berkat Minyak Goreng

Para Konglomerat yang Kaya Raya berkat Minyak Goreng

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.