Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa itu Passive Income: Pengertian, Jenis, dan Caranya Mendapatkannya

Kompas.com - 02/12/2021, 09:06 WIB
Nur Jamal Shaid,
Muhammad Idris

Tim Redaksi

Untuk membekali diri dengan pengetahuan yang lebih mendalam, Anda bisa mengikuti webminar atau talkshow inspiratif. Saat ini, berbagai platform media sosial sering menyelenggarakan acara talkshow gratis yang bisa Anda manfaatkan.

“Selain untuk belajar, internet juga tentunya bisa menghubungkan Anda dengan pihak-pihak yang mungkin bisa membantu kelangsungan usaha Anda,” jelas Heinrich.

2. Maksimalkan waktu di luar jam kerja

Menurut Heinrich, manajemen waktu yang baik merupakan kunci utama untuk mendapatkan penghasilan tambahan, salah satunya dengan memanfaatkan waktu luang untuk mengambil pekerjaan lain di luar pekerjaan utama.

Hal ini penting agar Anda dapat fokus menjalani kedua pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Anda. Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan waktu luang untuk menyalurkan keterampilan lain di luar pekerjaan utama secara part time atau menjadi freelancer.

Baca juga: Sepenggal Cerita Petani Tembakau, dari Warisan hingga Cinta...

Misalnya, mengambil pekerjaan freelance saat weekend sebagai videographer pada acara pernikahan atau membuat desain undangan untuk sebuah acara.

“Namun, jangan lupa juga menyisihkan waktu untuk istirahat dan me-time agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga,” tambah Heinrich.

3. Mencari passive income dengan berinvestasi

Strategi satu ini cocok bagi Anda yang sudah sibuk mengurus pekerjaan utama sembari mengelola pekerjaan tambahan, namun masih ingin menabung pundi penghasilan. Dia bilang, investasi merupakan salah satu cara yang praktis untuk mendapatkan passive income karena bisa dilakukan secara online melalui gadget saja.

Selain berinvestasi pada produk reksa dana atau logam mulia, Anda bisa mencoba investasi dengan sistem crowdfunding. Investasi ini menerapkan konsep urunan atau crowdfund bersama beberapa orang untuk membiayai franchise atau bentuk bisnis lain.

Baca juga: Laba Konsolidasi BUMN Capai Rp 61 Triliun, Industri Keuangan Penyumbang Terbesar

“Selain mudah, sistem crowdfunding juga dapat dimulai dengan nominal investasi yang tidak terlalu tinggi karena melibatkan banyak orang untuk pengumpulan dana,” jelas dia.

Demikian informasi tentang passive income. Bisa dikatakan, passive income adalah penghasilan yang didapatkan tanpa harus beraktivitas secara aktif. Membangun passive income artinya menyiapkan masa depan agar merdeka secara finansial.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

The Fed Beri Sinyal Turunkan Suku Bunga, Rupiah Menguat Jauhi Rp 16.300 per Dollar AS

The Fed Beri Sinyal Turunkan Suku Bunga, Rupiah Menguat Jauhi Rp 16.300 per Dollar AS

Whats New
The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Berpotensi Naik

The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Berpotensi Naik

Whats New
Dana 'Stunting' Dipakai untuk Perbaiki Pagar, Anggaran Revolusi Mental Dibelikan Motor Trail

Dana "Stunting" Dipakai untuk Perbaiki Pagar, Anggaran Revolusi Mental Dibelikan Motor Trail

Whats New
Pasar Otomotif Lesu, Perusahaan Pembiayaan Beralih ke Mobil Bekas dan Dana Tunai

Pasar Otomotif Lesu, Perusahaan Pembiayaan Beralih ke Mobil Bekas dan Dana Tunai

Whats New
Pengangkatan Komisaris BUMN: Antara Transparansi dan Kontroversi

Pengangkatan Komisaris BUMN: Antara Transparansi dan Kontroversi

Whats New
Pagu Indikatif Kemenparekraf Rp 1,7 Triliun, Sandiaga Uno Minta Tambah Rp 3 Triliun

Pagu Indikatif Kemenparekraf Rp 1,7 Triliun, Sandiaga Uno Minta Tambah Rp 3 Triliun

Whats New
Bantu UMKM Naik Kelas, Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Digipreneur Hub 

Bantu UMKM Naik Kelas, Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Digipreneur Hub 

Whats New
Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp 16.300 per Dollar AS, Ini Penjelasan Bi

Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp 16.300 per Dollar AS, Ini Penjelasan Bi

Whats New
'Startup' Chickin Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

"Startup" Chickin Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

Whats New
Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Dirut Pupuk Indonesia: Itu Pasti yang Terbaik

Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Dirut Pupuk Indonesia: Itu Pasti yang Terbaik

Whats New
4 Tips Atur Keuangan untuk Beli Hewan Kurban

4 Tips Atur Keuangan untuk Beli Hewan Kurban

Spend Smart
Permintaan Naik, Industri Gas RI Diprediksi Bakal Makin Bergantung pada LNG

Permintaan Naik, Industri Gas RI Diprediksi Bakal Makin Bergantung pada LNG

Whats New
Alih-alih Bangun LRT Bali Senilai Rp 14,19 Triliun, Pengamat Sarankan Ini untuk Atasi Kemacetan di Bali

Alih-alih Bangun LRT Bali Senilai Rp 14,19 Triliun, Pengamat Sarankan Ini untuk Atasi Kemacetan di Bali

Whats New
Rehabilitasi DAS Area Tambang: Tambah Luasan Hijau dan Ekonomi Sirkular Bernilai Miliaran

Rehabilitasi DAS Area Tambang: Tambah Luasan Hijau dan Ekonomi Sirkular Bernilai Miliaran

Whats New
Kisah Sukses Bisnis Elizabeth Bertahan Lebih dari 60 Tahun, Awalnya Bermodal Rp 10.000

Kisah Sukses Bisnis Elizabeth Bertahan Lebih dari 60 Tahun, Awalnya Bermodal Rp 10.000

Smartpreneur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com