Kompas.com - 09/12/2021, 12:12 WIB
Rapat Umum Pemegang Saham PT Pelita Samudera Shipping Tbk. Dok. PT Pelita Samudera Shipping TbkRapat Umum Pemegang Saham PT Pelita Samudera Shipping Tbk.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI), penyedia layanan logistik maritim terintegrasi, melalui keterbukaan Informasi mengumumkan laporan pembelian kembali saham Perseroan (Buyback) per 7 Desember 2021 senilai Rp 36 miliar.

PSSI membeli kembali saham dengan rata-rata Rp 329 per saham sebanyak 109,6 juta saham dari total 300 juta lembar jumlah maksimal saham yang diizinkan untuk dibeli kembali, atau 5,5 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Sebelumnya, perseroan telah menetapkan harga maksimal per saham yang dibeli Perseroan sebesar Rp 500 per saham, dengan nilai maksimal total pembelian kembali sebesar Rp 100 miliar.

Perseroan masih menyimpan dana yang masih dapat digunakan untuk pembelian kembali, sejumlah Rp 63,9 miliar hingga batas waktu berakhirnya periode pembelian kembali saham, yakni 16 Juni 2022.

Baca juga: Pengertian Buyback Saham dan Dampaknya Bagi Investor

Direktur Utama PT Pelita Samudera Shipping Tbk, Iriawan Ibarat mengatakan buyback ini didasari atas arus Kas Perseroan yang melebihi jumlah diperlukan dalam mempertahankan peningkatan dan pertumbuhan, tingkat kewajiban utang (leverage) yang baik.

“Tujuan buyback juga untuk meningkatkan laba per saham, fleksibilitas lebih besar dalam mengelola modal jangka panjang, mencapai struktur permodalan yang efisien serta pengembalian Return on Equity secara berkelanjutan,” ujar Iriawan dalam siaran pers, Kamis (9/12/2021).

Adapun bentuk strategi perusahaan untuk meningkatkan kinerja, yakni melalui ekspansi yang dilakukan pada pembelian Floating Crane (FC) dari PT Jembayan Muarabara yang didanai dari kas internal.

FC merupakan fasilitas pemuatan apung terintegrasi yang didesain untuk memuat batubara dari tongkang ke kapal kargo ketika tidak ada dermaga, atau dalam situasi ketika pelabuhan tidak memungkinkan untuk memuat.

“Estimasi kontribusi volume dari FC ini sebesar 3 juta M/T dengan nilai pendapatan kotor sekitar US$4 juta per tahun. Selanjutnya FC tersebut akan langsung dimanfaatkan untuk kontrak jangka panjang atau Contract of Affreighment dengan salah satu customer utama Perseroan, PT Indexim Coalindo, untuk pengangkutan batubara selama dua tahun,” jelas Iriawan.

PSSI melalui anak perusahaan, PT Pelita Global Logistik pada bulan Desember, juga telah menyepakati perjanjian jual beli bersyarat/Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) untuk salah satu asetnya yakni 1 (satu) unit kapal kargo curah kategori Handysize dengan nama Dewi Gandawati.

Baca juga: Adaro Siapkan Dana Rp 4 Triliun untuk Buyback Saham

Aksi korporasi tersebut merupakan perjanjian divestasi kapal kargo curah Perseroan buatan tahun 2008 (bulk carrier) dengan GRT/DWT 17,025 / 28,282 milik PGL sebesar 11 juta dollar AS. PSS memproyeksikan keuntungan (potential gain) dari transaksi ini sebesar 2 juta dollar AS.

Perseroan juga telah mendapatkan fasilitas kredit senilai Rp 200 miliar dari Bank Permata. Fasilitas kredit ini akan dimanfaatkan untuk pembiayaan peremajaan armada dan ekspansi bisnis Perseroan guna mendukung strategi pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

"Kami yakin sejumah aksi korporasi ini dapat mempercepat pertumbuhan sebagai penyedia layanan logistik maritim terintegrasi. Transaksi ini akan semakin mendorong diversifikasi bisnis kami, menciptakan sinergi operasional dan meningkatkan nilai pemegang saham," tambah Iriawan.

Baca juga: Semester I 2021, PSSI Bukukan Laba Bersih Rp 103,6 Miliar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.