PLN Batubara Terancam Dibubarkan, Erick Thohir: PLN Nanti Dibuat 3 Subholding

Kompas.com - 12/01/2022, 16:44 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, manusia harus menjadi pusat inovasi dengan knowledge based economy. Dengan begitu, Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan visi Indonesia Emas. Dok. Humas USUMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, manusia harus menjadi pusat inovasi dengan knowledge based economy. Dengan begitu, Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan visi Indonesia Emas.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN Batubara terancam dibubarkan sebagai imbas dari krisis pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik.

Anak usaha dari PT PLN (Persero) itu disebut-sebut sebagai salah satu penyebab terjadinya krisis pasokan batu bara.

Baca juga: Kerap Beli Batu Bara lewat Makelar, PT PLN Batubara Akan Dibubarkan

Adapun PLN Batubara berperan mengamankan pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLN dan anak perusahaan (securing business sustainability).

Terkait rencana pembubaran PLN Batubara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, reformasi di tubuh PLN memang perlu segera dilakukan.

Baca juga: Erick Thohir: Kami Akan Bentuk Subholding PLN, supaya Pelayanan ke Masyarakat Benar

Ia bilang, transformasi akan dilakukan dengan membuat PLN memiliki beberapa subholding.

"Jadi reformasi di PLN ini nantinya akan mirip dengan Pertamina yang sekarang punya 6 subholding," ujarnya saat ditemui Kompas.com di Kantor KompasTV, Jakarta, Selasa (11/1/2022).

Baca juga: Diprotes 3 Negara, Indonesia Cabut Larangan Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Alasan dibuat subholding PLN

Menurut Erick, pembuatan subholding dilakukan karena data keuangan Partamina dan PLN tergolong besar. Namun, data-data tersebut hanya terlihat secara umum, tak tergambarkan dengan rinci.

"Maka seperti Pertamina ketika punya subholding perkapalan, yang sebelumnya enggak efisien sekarang jadi untung, begitu juga yang subholding petrochemical tadinya rugi sekarang untung. Di PLN pun demikian, akan kami lakukan (pembuatan subholding)," jelas dia.

Baca juga: Keran Ekspor Batu Bara Kembali Dibuka, Pasokan Listrik PLN Aman?

Ia menjelaskan, PLN nantinya akan memiliki 3 subholding terdiri dari bisnis listrik sektor ritel, pembangkit listrik, dan transmisi. Erick meyakini, jika bisnisnya dikelompokkan maka akan memberikan keuntungan bagi PLN melalui kinerja positif sebagian besar subholding.

"Kalau transmisi itu pasti rugi, tapi kan kalau ritel dan pembangkit itu harusnya untung," ungkap Erick.

Baca juga: Profil Anak Perusahaan PLN Batubara, Ada yang Masih Seumur Jagung

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.