GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Kompas.com - 24/01/2022, 19:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) resmi melakukan ekspor perdana produk hasil olahan nikel dalam bentuk Nickel Pig Iron (NPI) atau feronikel, sebesar 13.650 ton.

Direktur Operasional PT GNI Tony Zhou Yuan menjelaskan, 13.650 ton feronikel yang dikirim ke China tersebut merupakan hasil olahan dari tiga tungku smelter yang telah beroperasi. Adapun nilai total atau nominalnya mencapai sekitar 23 juta dollar AS.

“Kami berharap, dengan dilakukannya pengapalan perdana feronikel tersebut, akan mendongkrak devisa negara di sektor pajak, yang tentunya juga nantinya akan berimbas bagi keuntungan di daerah,” ujar Tony, dalam keterangannya, Senin (24/1/2022).

Baca juga: Kemendag Lepas Ekspor 10 Produk Olahan Sorgum Senilai Rp 700 Juta ke Timor Leste dan Malaysia

Lebih lanjut Ia bilang, 6 bulan ke depan, 20 tungku lainnya juga sudah dapat dioperasikan, dan akan meningkatkan  produksi perusahaan. Penambahan ini diharapkan dapat meningkatkan angka penyerapan tenaga kerja.

”Saat ini sudah sebanyak 10.000 tenaga kerja lokal yang kita rekrut di PT GNI. Dan harapan kami juga, jika roda Perusahaan bisa berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti, penyerapan tenaga kerja lokal akan bertambah terus hingga mencapai 25.000 pekerja nantinya,” kata dia.

Baca juga: 139 Perusahaan Kembali Ekspor Batu Bara, ESDM: 1 Juta Ton Terkirim ke Luar Negeri

Tony menilai, dengan semakin banyaknya tenaga kerja di GNI, dampak ekonomi bagi warga di Kabupaten Morowali Utara pun dipastikan akan semakin berlipat.

“PT GNI berkomitmen akan terus mendukung program ini demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Morowali, Rubiyantara, mengapresiasi langkah ekspor perdana GNI yang dapat meningkatkan pendapatan negara.

”Alhamdulilah dari sekitar Rp 206 miliar target penerimaan yang diberikan kepada Bea Cukai Morowali, yang menaungi tiga Kabupaten, yakni meliputi Morowali, Poso dan Morut, melebihi dari target, hingga mencapai Rp 679 miliar atau meningkat hingga 300 persen," tutur dia.

"Untuk itu investasi PT GNI tetap harus kita suport secara positif, dengan tetap mengedepankan fungsi pengawasan yang melekat di dalamnya,” ucap Rubiyantara.

Baca juga: Ini 5 Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.