Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketentuan Zakat Fitrah untuk Bayi Baru Lahir, Apakah Wajib Bayar?

Kompas.com - Diperbarui 07/04/2024, 23:54 WIB
Nur Jamal Shaid

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.comZakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh umat muslim, baik laki-laki, perempuan, dewasa, maupun anak-anak pada bulan Ramadhan hingga menjelang shalat Idul Fitri.

Sebagai salah satu rukun Islam, tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah untuk menyucikan jiwa, membersihkan harta sekaligus menjadi pelengkap ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Merujuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah pertama, untuk menyucikan jiwa. Sementara tujuan zakat fitrah kedua untuk memberi makan orang miskin.

Adapun zakat fitrah anak dibayarkan oleh orang tua dengan catatan apabila anak tersebut belum baligh. Apabila sang anak sudah memiliki harta yang cukup, maka zakat bisa diambil dari harta sang anak.

Baca juga: Traveloka Gandeng Bank Jago Salurkan Kredit Lewat Traveloka PayLater

Namun apabila anak tidak mempunyai harta, maka zakat fitrah bisa ditanggung oleh ayah mereka meskipun sang anak berada pada asuhan ibunya.

Lalu, bagaimana ketentuan zakat fitrah untuk bayi yang baru lahir?

Ketentuan zakat fitrah bayi baru lahir

Dikutip dari pemberitaan Kompas.com sebelumnya, bayi yang baru lahir wajib dikeluarkan zakat fitrahnya. Ketentuannya adalah bayi tersebut lahir sebelum azan Maghrib 1 Syawal (Idul Fitri).

Dengan kata lain, bayi yang lahir selepas terbenam matahari pada hari terakhir Ramadhan tidak wajib zakat fitrah.

Baca juga: Jawa Tengah Jadi Tujuan Mudik Terbesar, Pemda Diminta Imbau Warganya Untuk Mudik Lebih Awal

Karena salah satu syarat wajib zakat fitrah adalah menemui dua waktu yaitu di antara bulan Ramadhan dan Syawal walaupun hanya sesaat.

Menurut jumhur ulama, jika ada bayi lahir sebelum tenggelamnya matahari pada hari terakhir Ramadhan wajib dikeluarkan zakat fitrahnya. Sedangkan jika bayi tersebut lahir pada malam hari (malam Idul Fitri) maka tidak wajib.

Dikutip dari laman nu.or.id, mengeluarkan zakat fitrah atas janin yang masih berada dalam kandungan pada saat hari akhir bulan Ramadhan adalah tidak wajib.

Jika orang tua terlanjur mengeluarkan zakat fitrah atas janin yang masih berada di dalam kandungannya, maka harta tersebut dikeluarkan bukan atas nama zakat fitrah, tapi atas nama sedekah.

Baca juga: H-10 Lebaran, 37.133 Kendaraan Keluar dari Bandung via GT Cileunyi

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh umat muslim, baik laki-laki, perempuan, dewasa, maupun anak-anak pada bulan Ramadhan hingga menjelang shalat Idul Fitri. Shutterstock Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh umat muslim, baik laki-laki, perempuan, dewasa, maupun anak-anak pada bulan Ramadhan hingga menjelang shalat Idul Fitri.

Ketentuan zakat fitrah bagi orang tua yang tidak mampu

Adapun jika orangtua dari bayi yang baru lahir sedang dalam keadaan sakit atau tidak mampu mengeluarkan zakat fitrah untuk bayinya, maka orang terdekat atau keluarga dapat mewakilkan atau dibayarkan pengeluaran zakatnya.

Dalam agama Islam, zakat fitrah adalah wajib dikeluarkan oleh mereka yang mampu. Mampu di sini dilihat dari kemampuan memiliki kelebihan makanan pokok untuk disisihkan kepada yang berhak menerimanya.

Besaran zakat fitrah

Adapun besaran zakat fitrah adalah beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Hal ini karena makanan pokok di Indonesia adalah beras.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com