OJK Catat Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp 2.050,4 Triliun Hingga Akhir 2021

Kompas.com - 26/04/2022, 21:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri keuangan syariah, yang terdiri dari perbankan syariah, industri keuangan non bank (IKNB) syariah, dan pasar modal syariah mengalami pertumbuhan positif sepanjang tahun lalu.

Hal itu terefleksikan dari total aset industri keuangan syariah yang mengalami pertumbuhan sebesar 13,82 persen secara tahunan (year on year/yoy) sampai dengan akhir 2021, menjadi Rp 2.050,4 triliun.

Jika dilihat lebih rinci, aset industri perbankan syariah mengalami pertumbuhan sebesar 13,94 persen secara yoy dan aset IKNB syariah tumbuh 3,9 persen sepanjang tahun lalu.

Baca juga: Pasar Saham Syariah Capai Kinerja Memuaskan Sepanjang Tahun 2021

Sementara itu pertumbuhan positif industri pasar modal syariah terefleksikan dari nilai kapitalisasi pasar Indeks Saham Syariah Inonesia (ISSI) sebesar 19,1 persen secara yoy menjadi Rp 3.983,6 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, ketahanan dan kinerja positif industri keuangan syariah tersebut harus dipertahankan, diantaranya dengan mengakselerasi program-program berupa pengembangan aktivitas keuangan sosial syariah.

"Melalui sinergi, inovasi, dan kolaborasi yang diwujudkan dalam pengembangan ekosistem rantai nilai halal," ujar dia, dalam keterangan, Selasa (26/4/2022).

Baca juga: OJK Catat Tingkat Inklusi Pasar Modal Syariah Baru Capai 4 Persen

Untuk mencapai hal itu, Wimboh bilang, OJK telah aktif bersinergi melalui berbagai program, antara lain Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Wimboh menilai, terdapat banyak potensi di berbagai daerah yang belum tergarap dengan optimal, yang berpeluang dikembangkan melalui peran keuangan syariah berbasis industri halal.

"Bila keseluruhan potensi ini dikembangkan secara komprehensif dalam satu ekosistem terintegrasi berbasis digital dari hulu ke hilir dan melibatkan stakeholders lintas sektor, maka kami yakni ekosistem ini dapat memberikan multiplier effect yang tinggi bagi perekonomian," tuturnya.

Selain itu, untuk memperluas akses keuangan berbasis syariah, khususnya bagi masyarakat unbankable di sekitar pesantren, OJK juga terus mengembangkan lembaga pembiayaan mikro berbasis syariah, yaitu bank wakaf mikro yang saat ini telah berdiri sebanyak 62 BWM dan tersebar di 20 provinsi seluruh Indonesia.

"Strategi yang dilakukan industri keuangan syariah mampu menciptakan momentum pemulihan yang dapat mempercepat proses transformasi menuju industri keuangan syariah yang lebih efisien dan kompetitif," ucap Wimboh.

Baca juga: Erick Thohir: 25 Tahun Beroperasi, Pasar Modal Syariah Telah Teruji Waktu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.