Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sri Mulyani: Krisis Energi Jadi Ancaman Pemulihan Ekonomi Global

Kompas.com - 15/07/2022, 14:30 WIB

BALI, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, krisis energi menjadi salah satu tantangan yang mengancam proses pemulihan ekonomi global, setelah dua tahun mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19.

Perang antara Rusia dan Ukraina yang masih terus berlangsung sejak 24 Februari 2022, telah menyebabkan lonjakan harga komoditas energi yang berdampak pada peningkatan inflasi di berbagai negara.

Hal itu diungkapkannya dalam acara pembukaan 3rd Finance Ministers and Central Bank Governor Meeting (FMCBG) G20 Indonesia di Bali, Jumat (15/7/2022).

Baca juga: Sri Mulyani: Negara Berkembang Perlu Waspadai Kenaikan Suku Bunga Global

"Harga komoditas energi meroket. Saya yakin anda semua sebagai menteri keuangan, serta gubernur bank sentral melihat ini sebagai ancaman bagi stabilitas makroekonomi kita, serta lingkungan yang kondusif bagi kita untuk mempertahankan pemulihan," ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Bank Dunia, harga minyak mentah telah naik 350 persen sepanjang April 2020 hingga April 2022. Padahal saat awal pandemi terjadi secara global, harga minyak mentah sempat mengalami penurunan yang drastis.

"Saya kira kita semua ingat pada awal pandemi April (2020) lalu, ada dua hari di mana harga minyak dunia benar-benar sempat menyentuh level 0 atau bahkan turun ke negatif. Tapi sekarang kita menghadapi sistuasi yang sangat ekstrim," jelas dia.

Peningkatan harga minyak mentah dalam kurun waktu dua tahun tersebut, sekaligus merupakan yang terbesar sejak tahun 1970-an. Di sisi lain, krisis energi juga tercermin dari lonjakan harga gas alam di Eropa pada Juni 2022 lalu yang naik 60 persen hanya dalam kurun waktu dua minggu.

Baca juga: 276 Juta Penduduk Dunia Dihantui Krisis Pangan, Sri Mulyani: Ini Benar-benar Masalah yang Mengancam...

Ia menekankan, kondisi kelangkaan bahan bakar sedang berlangsung di seluruh dunia. Kondisi krisis energi ini juga telah berimplikasi besar pada politik dan sosial, seperti yang terjadi di Sri Lanka, Ghana, Peru, Ekuador, dan berbagai negara lainnya.

"Jadi ini benar-benar masalah yang mengancam pemulihan kita. Dunia berada di tengah krisis energi global. Perang serta kenaikan harga komoditas dapat memperburuk lonjakan inflasi global dan meningkatkan ketidakstabilan sosial lebih lanjut," ungkap Sri Mulyani.

Baca juga: Kata Sri Mulyani, Negara Berkembang Terancam Tak Bisa Bayar Utang

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Penerapan 'Product Market Fit' dalam Startup?

Bagaimana Penerapan "Product Market Fit" dalam Startup?

Whats New
Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor 'Meeting Online' Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor "Meeting Online" Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Whats New
Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar di 2022

Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar di 2022

Rilis
Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Whats New
Fluktuatif, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

Fluktuatif, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

Whats New
Persiapan Ramadhan 2023, Bapanas Minta Bulog dan ID Food Percepat Impor Daging Sapi

Persiapan Ramadhan 2023, Bapanas Minta Bulog dan ID Food Percepat Impor Daging Sapi

Whats New
IBK Indonesia Akan Right Issue Senilai Rp 1,2 Triliun

IBK Indonesia Akan Right Issue Senilai Rp 1,2 Triliun

Whats New
Nasabah Keluhkan Aplikasi M-BCA Error, BCA: Kini Sudah Normal

Nasabah Keluhkan Aplikasi M-BCA Error, BCA: Kini Sudah Normal

Whats New
Aprindo Bantah Gerai Transmart Tutup karena Bangkrut

Aprindo Bantah Gerai Transmart Tutup karena Bangkrut

Whats New
Gelar IPO, Hillcon Kelebihan Permintaan 1,3 Kali

Gelar IPO, Hillcon Kelebihan Permintaan 1,3 Kali

Whats New
Cerita dari Negeri Kaya Sawit, Harga Minyak Goreng yang Terus Digoreng

Cerita dari Negeri Kaya Sawit, Harga Minyak Goreng yang Terus Digoreng

Whats New
Aprindo Bantah Ritel Jadi Penyebab Minyakita Langka

Aprindo Bantah Ritel Jadi Penyebab Minyakita Langka

Whats New
Kreditur Tolak Putusan Perdamaian, Bos Garuda: Kami Belum Menerima Pemberitahuan Resmi dari Pengadilan

Kreditur Tolak Putusan Perdamaian, Bos Garuda: Kami Belum Menerima Pemberitahuan Resmi dari Pengadilan

Whats New
Terbukti Mengemplang Pajak, Perusahaan di Bantul Kena Denda Rp 93,56 Miliar

Terbukti Mengemplang Pajak, Perusahaan di Bantul Kena Denda Rp 93,56 Miliar

Whats New
Dapat Restu Luhut, Tarif Baru Masuk Borobudur Diperkirakan Rp 150.000

Dapat Restu Luhut, Tarif Baru Masuk Borobudur Diperkirakan Rp 150.000

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+