Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Saja Perbedaan Kegiatan Ekonomi Tradisional dengan Kegiatan Ekonomi Kreatif?

Kompas.com - 28/12/2023, 14:49 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Banyak orang mungkin saja masih awam apa saja perbedaan kegiatan ekonomi tradisional dengan kegiatan ekonomi kreatif?

Secara garis besar, perbedaan kegiatan ekonomi tradisional dengan kegiatan ekonomi kreatif ada pada bahan baku untuk proses produksinya.

Dalam lingkup ekonomi kreatif, bahan baku yang digunakan adalah kreativitas dan informasi yang berasal dari pemikiran manusia.

Sementara ekonomi tradisional, menggunakan sumber daya alam dan sumber daya manusia sebagai bahan baku utamanya, maupun gabungan di antara keduanya.

Baca juga: Mengapa Ekonomi Kreatif Penting Dibangun di Indonesia?

Pengertian ekonomi kreatif

Menurut Insitute For Development Economy and Finance, sebagaimana dikutip dari laman Gramedia, ekonomi kreatif adalah sebagai suatu proses peningkatan nilai tambah hasil dari eksplorasi kekayaan intelektual berupa kreativitas, keahlian, dan bakat individu menjadi suatu produk dapat bernilai atau bisa dijual.

Sementara menurut Kementerian Perdagangan, ekonomi kreatif adalah sebuah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu.

Dari pemikiran itu, lingkup ekonomi kreatif bisa menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Ekonomi kreatif menurut para ahli yakni Simatupang, ekonomi kreatif diartikan sebagai industri yang berfokus pada kreasi dan ekploitasi karya kepemilikan intelektual seperti seni, film, permainan atau desain fashion, dan termasuk layanan kreatif antar perusahan seperti iklan.

Baca juga: Bagaimana Upaya yang Dilakukan untuk Mengembangkan Ekonomi Kreatif?

Ekonomi kreatif menurut para ahli lainnya, yakni Howkins, ekonomi kreatif terdiri dari periklanan, arsitektur, seni, kerajinan, desain, fashion, film, musik, seni pertunjukkan, penerbitan, penelitian dan pengembangan, perangkat lunak, mainan dan permainan, televisi dan radio, dan permainan video.

Ciri ekonomi kreatif

Lingkup ekonomi kreatif memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari sektor ekonomi lainnya. Berikut adalah beberapa ciri utama dari ekonomi kreatif:

1. Fokus pada industri kreatif

Lingkup ekonomi kreatif mencakup berbagai industri kreatif, seperti seni, desain, media, periklanan, musik, film, mode, arsitektur, dan permainan. Aktivitas dalam sektor-sektor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi.

2. Nilai estetika dan budaya

Produk dan layanan yang dihasilkan oleh ekonomi kreatif seringkali memiliki nilai estetika dan budaya yang tinggi. Mereka dapat mencerminkan ekspresi seni, keindahan, dan identitas budaya.

3. Peran sentral sumber daya manusia

Sumber daya manusia yang terampil dan berbakat menjadi kunci dalam ekonomi kreatif. Profesional kreatif, seperti seniman, desainer, penulis, dan produser, berkontribusi secara signifikan terhadap keberhasilan industri ini.

4. Fleksibilitas dan dinamisme

Lingkup ekonomi kreatif cenderung dinamis dan berubah dengan cepat. Fleksibilitas dalam menyikapi perubahan tren, teknologi, dan selera konsumen merupakan aspek penting dalam ekonomi ini.

5. Penggunaan teknologi

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com