Rudiyanto
Direktur Panin Asset Management

Direktur Panin Asset Management salah satu perusahaan Manajer Investasi pengelola reksa dana terkemuka di Indonesia. Wakil Ketua I Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia periode 2019 - 2022. Penulis buku best seller reksa dana yang diterbitkan Gramedia Elexmedia. Buku Terbaru berjudul "Reksa Dana, Pahami, Nikmati!"

Ini Alasan Untuk Mencairkan Dana Darurat

Kompas.com - 10/06/2019, 10:58 WIB
Ilustrasi tabungan www.shutterstock.comIlustrasi tabungan

KOMPAS.com - Dalam teori pengelolaan keuangan, dana darurat adalah hal pertama yang harus disiapkan. Lebih penting dari asuransi, investasi, dana pensiun dan kebutuhan keuangan lainnya.

Yang menjadi pertanyaan, kapan dan apa alasan yang tepat ketika untuk mencairkan dana darurat?

Untuk Anda yang masih awam, dana darurat adalah sejumlah uang yang bisa disimpan dalam produk keuangan minim risiko seperti tabungan, deposito, reksa dana pasar uang, atau emas yang digunakan untuk keperluan yang sifatnya sangat penting dan tidak terduga.

Idealnya dana darurat itu berkisar antara 3 – 12 bulan pengeluaran tergantung status lajang atau menikah dan jumlah anak.

Semakin besar jumlah anggota keluarga, maka semakin besar pula dana darurat yang perlu disiapkan.

Misalkan pengeluaran (baca : bukan penghasilan) adalah Rp 5 juta per bulan, maka dana darurat adalah antara Rp 15 juta–Rp 60 juta.

Besarnya menggunakan satuan bulan pengeluaran karena mempertimbangkan skenario terburuk di mana, pencari nafkah utama kehilangan pekerjaannya. Waktu 3-12 bulan dapat digunakan sebagai waktu untuk mendapatkan pekerjaan kembali sebelum terpaksa harus berutang untuk kebutuhan hidup.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, dana darurat tidak semata-mata hanya bisa digunakan ketika pencari nafkah kehilangan pekerjaan saja. Dalam hidup ini, ada saja cobaan dan peristiwa yang dalam proses mengarunginya membutuhkan dana yang sifatnya di luar dugaan.

Berikut ini adalah “alasan” yang dapat dipertimbangkan sebagai alasan untuk menggunakan sebagian dana darurat.

Darurat Medis

Perlindungan kesehatan di Indonesia dengan adanya BPJS Kesehatan memang sudah membaik walaupun masih bisa terus disempurnakan. Meski demikian, terkadang pengeluaran terkait darurat medis belum tentu dapat tertutup semuanya dengan BPJS Kesehatan.

Dalam kondisi seperti ini, untuk menghindari terjebak pinjaman KTA, Kartu Kredit atau bahkan pinjaman online dengan bunga tinggi, dana darurat dapat dipergunakan.

Darurat medis belum tentu hanya terjadi pada kita, anggota keluarga dan kerabat terdekat tapi bisa juga terjadi pada binatang peliharaan kesayangan. Belakangan ini, bahkan ada test darah dan ronsen untuk binatang yang biayanya tidak sedikit juga.

Perlu diperhatikan, kondisi medis ada yang sifatnya memang darurat dan butuh penangan seperti sakit atau kecelakaan, ada juga yang sifatnya estetika seperti pasang behel, operasi plastik dan sebagainya. Jika dianalogikan, itu seperti Kebutuhan dan Keinginan.

Sebaiknya bisa dibedakan dengan baik mana yang benar-benar perlu dan mana yang sekedar nice to have saja.

Kematian dan Kelahiran

Peristiwa kematian dan kelahiran tidak hanya membawa duka cita dan suka cita tapi pada tingkatan tertentu juga berpotensi menghabiskan biaya. Yang bebas biaya memang ada juga, yaitu dengan memberikan ucapan melalui WA atau Group WA.

Tapi untuk orang-orang yang sangat anda hormati, kerabat atau kenal dekat, dimana anda ingin memberikan perhatian lebih dari sekedar ucapan via WA, diperlukan biaya seperti uang duka, papan bunga, tiket perjalanan, penginapan, hadiah kelahiran dan sebagainya.

Tentu saja, tingkat keikhlasan tidak diukur dari besarnya biaya yang dikeluarkan saja.

Perbaikan Alat Transportasi

Pilihan alat transportasi memang semakin beragam seiring dengan bertambahkan fasilitas kendaraan umum dan transportasi online. Namun untuk sebagian orang, kendaraan sendiri seperti motor atau mobil lebih praktis karena kendala jarak dan biaya.

Ketika kendaraan tersebut rusak, tentu biaya perjalanan pulang pergi ke tempat kerja setiap hari bisa melonjak. Untuk itu menggunakan dana darurat untuk segera memperbaiki kendaraan merupakan pilihan yang bijaksana dalam jangka panjang.

Koreksi Besar Pada Bursa Saham

Koreksi besar IHSG dengan kisaran penurunan 30-50 persen itu hanya terjadi 1-2 kali dalam 25 tahun terakhir ini. Memang tidak ada jaminan akan langsung naik, bisa juga setelah dibeli masih turun lagi. Tapi secara historis jika sudah turun 30-50 persen bisa menjadi pertimbangan untuk dibeli karena valuasinya sudah menjadi sangat murah.

Perlu diperhatikan juga bahwa yang turun 50 persen itu adalah indeks saham secara keseluruhan (IHSG), bukan saham secara individual.

Dana darurat memang sebaiknya tidak digunakan untuk investasi, apalagi pada jenis saham atau reksa dana saham. Namun tentu sangat disayangkan jika kesempatan tersebut lewat begitu saja. Untuk alasan ini, sebaiknya penggunaan dana darurat tidak lebih dari 50 persen.

Prinsip dari penggunaan dana darurat adalah sebisa mungkin tidak semuanya dan begitu ada penghasilan, maka secepatnya di isi kembali.

Tantangan utama dalam mengelola dana darurat bukanlah inflasi. Dalam 5 tahun terakhir, besaran inflasi di Indonesia sangat terkendali. Justru yang menghabiskan penghasilan itu adalah dari promosi, mulai dari promosi biaya perjalanan, promosi layanan antar makanan, hingga promosi diskon di e-commerce yang dikemas dengan sedemikian cantiknya sehingga tanpa sadar masyarakat menjadi lebih “boros” dalam berbelanja.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.