Luhut Rayu Investor Asing Ikut Danai Upaya RI Tekan Emisi Karbon

Kompas.com - 21/01/2020, 17:01 WIB
Menko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan mengadakan Coffee Morning bersama sejumlah awak media nasional dan luar negeri, di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Humas Kemenko Maritim dan InvestasiMenko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan mengadakan Coffee Morning bersama sejumlah awak media nasional dan luar negeri, di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan merayu para investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia, terutama untuk mengurangi emisi karbon.

Hal tersebut ia sampaikan saat bicara di Forum Tri Hita Karana yang merupakan bagian dari World Economic Forum di Davos, Swiss, Selasa (21/1/2020).

Luhut mengatakan Indonesia sebagai keajaiban modal alam dunia. Hal itu merujuk kepada hutan hujan Indonesia yang bisa menyerap emisi karbon dunia.

Baca juga: Sudah Ada BKPM, Mengapa Luhut Sibuk Urus Investasi?

“Oleh karenanya, kami mengundang Anda untuk bekerja bersama kami untuk mengembangkan mekanisme pendanaan karbon yang kuat untuk melindungi habitat berharga yang tak tergantikan ini," kata Luhut.

 

Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo juga telah mengumumkan moratorium pembukaan hutan hujan primer yang telah menyebabkan pengurangan signifikan dalam deforestasi hutan.

Luhut mengatakan Indonesia berkomitmen dalam hal pengurangan sebesar 29 persen emisi gas rumah kaca pada 2030. Caranya melalui pengelolaan lahan dan kehutanan, pengembangan dan konservasi energi, dan pengelolaan limbah.

Baca juga: Apa Kabar Meikarta? Begini Perkembangan Puluhan Towernya

Pasalnya, Indonesia merupakan rumah bagi hutan hujan bumi. Selain itu 60 juta orang bergantung langsung pada ekosistem alami tersebut.

"Oleh karenanya kita harus menemukan cara untuk menyediakan mata pencaharian, sementara kita menghargai dan melestarikan jasa ekosistem hutan dan laut,” ucapnya.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Diantaranya dengan melakukan penerbitan obligasi penggunaan lahan berkelanjutan pertama di dunia pada tahun 2018, dengan nilai cukup fantastis yaitu 95 juta dollar AS.

Baca juga: Edhy Prabowo Jadi Cabut Larangan Cantrang Era Susi?

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X