Harga Bitcoin Diprediksi Menguat Sepanjang Tahun Ini

Kompas.com - 23/01/2020, 15:52 WIB
Ilustrasi Bitcoin. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi Bitcoin.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada tahun 2020 ini harga mata uang kripto botcoin diprediksi akan terus meningkat.

Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global akan mendorong lebih banyak investor untuk menukar asetnya ke dalam bitcoin karena telah diakui sebagai penyimpan nilai.

Selanjutnya pasokan tetap bitcoin yang akan mendorong kenaikan harga sepanjang tahun, menurut prediksi analis Bloomberg.

Baca juga: Return Tinggi Modal Kecil, Investasi Bitcoin Direkomendasikan untuk Milenial

Yansen Dinata, Direktur platform aset digital Narfex mengatakan, bitcoin telah menunjukkan tanda sebagai aset yang aman sejak adanya sinyal resesi muncul pada Maret 2019 lalu. Bitcoin telah mengalami kenaikan signifikan sepanjang paruh pertama tahun 2019.

Selain itu, gejolak yang baru-baru ini terjadi antara AS dan Iran ikut memberi gambaran yang lebih jelas pada bitcoin. Pada 8 Januari 2020 lalu, harga bitcoin melonjak menjadi 8.440 per dollar AS dari sebelumnya 6.960 per dollar AS pada 2 Januari 2020.

Menurut Yansen, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi aset digital seperti bitcoin. Nilai bitcoin diprediksi akan semakin meningkat sepanjang 2020.

"Dengan kejadian-kejadian tersebut dan ketidakpastian global yang terus berjalan, orang-orang mulai menyadari bahwa bitcoin memang aset yang aman. Demand yang tinggi serta supply terbatas yang akan menjadi salah satu alasan harga bitcoin akan semakin melonjak," kata Yansen dalam keterangannya, Kamis (23/1/2020).

Baca juga: Kenaikan Harga Mata Uang Kripto Tak Berdampak di RI, Mengapa?

Momentum ini pun dimanfaatkan Narfex dengan rencana peluncuran layanan jual beli aset digital dalam waktu dekat ini serta meningkatkan fitur-fitur. Narfex mengklaim platformnya memiliki teknologi berstandar internasional.

Sejak awal berdirinya pada tahun 2017, Narfex telah menawarkan produk investasi yang didukung oleh teknologi robot. Pengguna hanya perlu menginvestasikan aset digitalnya pada jumlah dan waktu tertentu.

Robot Narfex secara otomatis akan melakukan trading selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu dengan strategi profitabilitas hybrid trading. Strategi tersebut menggunakan algoritma yang dirancang oleh tim Narfex dan telah dipatenkan pada Januari 2019 lalu.

Baca juga: Selandia Baru Legalkan Penggunaan Bitcoin untuk Gaji Karyawan

Sudah ada lebih dari 4000 pengguna terdaftar pada platform tersebut. Yansen optimis terhadap pertumbuhan pengguna seiring dengan antusiasme yang meningkat terhadap aset digital serta kerja sama yang dilakukan dengan komunitas-komunitas blockchain di Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X