Kompas.com - 18/02/2020, 12:37 WIB
Pemandangan kota Tokyo, Jepang ThinkstockPemandangan kota Tokyo, Jepang

TOKYO, KOMPAS.com - Perekonomian Jepang kemungkinan bakal mengalami resesi, setelah terpukul dampak kenaikan pajak penjualan pada kuartal IV 2019 lalu.

Tidak hanya itu, perekonomian Jepang juga terdampak merebaknya virus corona sejak awal tahun 2020, yang menyebabkan aktivitas ekonomi terganggu.

Dilansir dari Bloomberg, Selasa (18/2/2020), produk domestik bruto (PDB) Jepang merosot 6,3 persen pada kuartal IV 2019 dibandingkan pada kuartal sebelumnya. Ini adalah penurunan pertumbuhan ekonomi terbesar bagi Jepang sejak kenaikan pajak pada tahun 2014 silam.

Baca juga: Jepang Mau Investasi di Natuna, Ini Kata Menteri KKP

Hal ini diungkapkan oleh estimasi awal yang dirilis Kantor Kabinet Jepang, hari ini.

Para ekonom memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jepang merosot 3,8 persen, sebagai imbas kenaikan pajak, lemahnya permintaan global, dan gangguan akibat badai taifun.

Proyeksi yang jauh lebih buruk dari ekspektasi tersebut menunjukkan, beberapa indikator keyakinan pemerintah terkait bantalan untuk menghambat dampak kenaikan pajak salah sasaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, mengantisipasi virus corona yang masih merebak, pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe juga dinilai harus mempertimbangkan belanja tambahan untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

"Saya siap untuk kontraksi berikutnya di kuartal I 2020 di Jepang. Tidak ada faktor-faktor positif untuk membangun proyeksi pertumbuhan (ekonomi) yang positif," ungkap Mari Iwashita, kepala ekonom di Daiwa Securities.

Baca juga: Erick Thohir Rayu Bank Jepang Bantu Program 1 Juta Rumah bagi Milenial

Iwashita mengekspektasikan pemerintah Jepang mengalokasikan anggaran tambahan ketika jelas bahwa ekonomi Jepang stagnan pada kuartal I 2020.

Pemerintahan Abe dan bank sentral Jepang sebelumnya mengekspektasikan dampak yang lebih kecil dari kenaikan pajak dibandingkan pada 2014 lalu. Kala itu, ekonomk Jepang terkontraksi 7 persen.

Halaman:


Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.