Dua WNI Positif Corona, YLKI Minta Masyarakat Tenang dan Jangan Panik

Kompas.com - 02/03/2020, 18:35 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta masyarakat untuk tetap tenang dan jangan panik pasca pemerintah menyampaikan adanya 2 warga yang terinfeksi virus corona.

"Apalagi dalam hal menggunakan masker dan handsanitazer. Sebab kepanikan hanya akan mempersulit diri," ujar Ketua Umum Harian YLKI, Tulus Abadi, dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/3/2020).

Selain itu, kepanikan juga kata Tulus, hanya akan membuat harga kedua barang tersebut akan melonjak tinggi.

Baca juga: YLKI: Produsen Masker Jangan Manfaatkan Virus Corona untuk Naikkan Harga

YLKI juga meminta pemerintah untuk fokus kepada warga yang sudah dan yang potensial terjangkit corona. 

Penanganan secara konsisten diperlukan agar penyebaran virus corona tidak semakin luas, seperti halnya yang terjadi di berbagai negara lain.

Selain itu, Tulus menyarankan kepada pemerintah agar menjadikan penyebaran virus corona sebagai momentum untuk mengajak masyarakat hidup sehat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"YLKI meminta pemerintah agar kasus virus corona menjadi momen untuk mengajak masyarakat melakukan tindakan promotif preventif, untuk mengutamakan hidup sehat," tuturnya.

Baca juga: WNI Positif Corona, Apakah Ditanggung BPJS Kesehatan?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.