Gula hingga Bawang Putih Langka di Pasar, Impor Jadi Jalan Keluar

Kompas.com - 19/03/2020, 09:16 WIB
Sejumlah warga membeli gula di Pasar Mardika Ambon, Selasa (17/3/2020). Harga gula di pasar ini telah menembus Rp 20.000/kg KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSejumlah warga membeli gula di Pasar Mardika Ambon, Selasa (17/3/2020). Harga gula di pasar ini telah menembus Rp 20.000/kg

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa komoditas pangan dan bapokting masih langka di pasaran karena stok yang terbatas. Hal itu membuat harga beberapa komoditas menjulang dan importasi jadi pilihan.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, importasi dilakukan untuk mengantisipasi ketersediaan barang pokok dan memenuhi kebutuhan puasa tahun ini yang tinggal beberapa minggu.

"Secara umum ketersediaan untuk memenuhi kebutuhan sampai puasa dan lebaran 2020," kata Agus dalam konferensi video, Rabu (18/3/2020).

Baca juga: Pemerintah Disarankan Permudah Regulasi Impor di Masa Kritis Saat Ini

Berdasarkan pantauan Kemendag, harga bahan-bahan pokok masih relatif stabil. Namun gula pasir telah mengalami kenaikan harga sekitar 20 persen, dari harga normal Rp 12.500 menjadi Rp 16.000 - Rp 17.000 per kilo.

Belum lagi bawang putih yang masih berada pada rerata harga nasional Rp 42.000, meski harga tersebut sudah menurun dibanding sebelumnya. Bahkan, kenaikan harga bawang bombai melebihi 100 persen dari HET, berkisar Rp 150.000 hingga Rp 250.000 per kilogram.

Hal itu membuat Mendag mengambil kebijakan impor gula serta membebaskan persetujuan izin impor untuk komoditas bawang putih dan bawang bombay yang berlaku mulai hari ini, Kamis (19/3/2020) hingga 31 Mei 2020.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, pembebasan impor berarti pengusaha tak perlu lagi mengajukan Surat Izin Impor (SPI) dan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk kedua komoditas tersebut hingga 31 Mei 2020.

"Untuk itu pada hari ini saya akan mengambil kebijakan berkaitan dengan bawang putih dan bawang bombai. Pemerintah terus mengantisipasi ketersediaan barang pokok untuk masyarakat yang secara umum untuk memenuhi kebutuhan sampai puasa dan lebaran 2020," jelasnya.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan, kebijakan itu membuat beberapa komoditas siap membanjiri RI mulai minggu ini.

Sebanyak 268.000 ton gula kristal mentah (raw sugar) mulai masuk RI minggu ini sampai akhir bulan. Diperkirakan akan menjadi gula konsumsi pada awal April 2020.

"Sementara untuk bawang putih sudah masuk 11.336 ton, mulai masuk dari Jumat kemarin dan akan terus masuk," kata Wisnu.

Masuknya bawang putih akan meningkat sekitar 200 kontainer hingga minggu depan, dan terus meningkat jadi 400 kontainer pada bulan-bulan berikutnya.

"Sedangkan untuk bawang bombai, sudah dikeluarkan izin 31.000 ton. Dan ini sudah masuk bertahap, sekarang sekitar 156 ton dan minggu ini juga akan masuk 5-6 kontainer. Dan minggu selanjutnya juga akan masuk 5-6 kontainer," pungkasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X