Diminta 80 Negara, IMF Kucurkan 1 Triliun Dollar AS untuk Tangani Corona

Kompas.com - 25/03/2020, 10:41 WIB
Ilustrasi virus corona covid-19 ShutterstockIlustrasi virus corona covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - Dana Moneter Internasional ( IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2020 akan negatif akibat persebaran virus corona (covid-19).

Virus corona membuat banyak negara harus menghentikan banyak kegiatan ekonominya.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva bahkan memprediksi, perekonomian global akan lebih buruk dibandingkan dengan krisis keuangan global.

 

Baca juga: IMF Kucurkan Rp 708,8 Triliun untuk Penanganan Virus Corona

Meski demikian, dirinya optimistis kondisi tersebut bisa membaik di 2021.

"Untuk sampai ke sana, sangat penting untuk memprioritaskan pencegahan dan memperkuat sistem kesehatan. Dampak ekonomi akan parah, tetapi semakin cepat virus berhenti, semakin cepat dan kuat pemulihannya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2020).

Georgieva menjelaskan, beban yang ditanggung oleh negara maju lebih ringan dalam proses penanganan virus corona.

Dia pun menekankan, sejumlah negara berkembang maupun berpenghasilan rendah menghadapi tantangan yang semakin berat. Utamanya terkait aliran modal asing keluar atau capital outflow.

Baca juga: Pemodal Asing Kabur, Lepas Surat Berharga Negara Rp 112 triliun

Bahkan berdasarkan catatannya, aliran modal asing yang keluar dari negara berkembang sejak awal tahun mencapai 83 miliar dollar AS.

"Sejak awal krisis, aliran modal keluar terbesar yang pernah tercatat. Kami khususnya prihatin dengan negara-negara berpenghasilan rendah dalam kesulitan utang, suatu masalah yang kami kerjakan erat dengan Bank Dunia," ujar dia.

IMF pun mengatakan bakal meningkatkan alokasi anggaran keuangan darurat. Lebih dari 80 negara di dunia pun telah meminta bantuan keuangan dari IMF.

Adapun untuk membantu negara-negara tersebut, IMF bakal mengguyur pinjaman kepada negara-negara berkembang dan berpendapatan rendah dengan total alokasi mencapai 1 triliun dollar AS.

"Kami siap untuk mengerahkan semua kapasitas pinjaman 1 triliun dollar AS kami," ujar dia.

Baca juga: IMF: Virus Corona Bikin Pertumbuhan Ekonomi Global Terpangkas

Selain itu, IMF juga menyiapkan opsi lain untuk negara berkembang dan berpenghasilan rendah-menengah. Salah satunya membuat alokasi Special Drawing Right (SDR) atau aset cadangan mata uang asing, sehingga likuiditas negara tersebut bertambah.

"Beberapa negara berpenghasilan rendah dan menengah telah meminta IMF untuk membuat alokasi SDR, seperti yang kami lakukan selama krisis keuangan global, dan kami sedang menjajaki opsi ini dengan keanggotaan kami," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani Sebut Tingkat Konsumsi 30 Persen Penduduk Termiskin RI Sudah Berangsur Pulih

Sri Mulyani Sebut Tingkat Konsumsi 30 Persen Penduduk Termiskin RI Sudah Berangsur Pulih

Whats New
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik hingga Juni 2021 Tidak Naik, Ini Rinciannya

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik hingga Juni 2021 Tidak Naik, Ini Rinciannya

Whats New
Mau Bisnis Makanan? Simak Dulu 7 Tips Ini

Mau Bisnis Makanan? Simak Dulu 7 Tips Ini

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Tarif Listrik PLN Periode April-Juni 2021 |  Kekayaan Elon Musk Hilang Rp 378 Triliun

[POPULER MONEY] Tarif Listrik PLN Periode April-Juni 2021 | Kekayaan Elon Musk Hilang Rp 378 Triliun

Whats New
Di Depan Ratu Belanda, Sri Mulyani Paparkan Masalah Kesenjangan Akses Keuangan Perempuan RI

Di Depan Ratu Belanda, Sri Mulyani Paparkan Masalah Kesenjangan Akses Keuangan Perempuan RI

Whats New
Contoh Daftar Riwayat Hidup dengan Format yang Baik dan Benar

Contoh Daftar Riwayat Hidup dengan Format yang Baik dan Benar

Work Smart
Amankan Pasokan Bawang Merah Saat Lebaran, Sang Hyang Seri Gandeng PT Alami Orion Agrotama

Amankan Pasokan Bawang Merah Saat Lebaran, Sang Hyang Seri Gandeng PT Alami Orion Agrotama

Whats New
Simulasi KPR di 4 Bank BUMN, Mudah dan Akurat

Simulasi KPR di 4 Bank BUMN, Mudah dan Akurat

Spend Smart
Bisnis Resto Terempas, Virtual Dining Concept Sebuah Solusi?

Bisnis Resto Terempas, Virtual Dining Concept Sebuah Solusi?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Tips Membeli Rumah Pertama | Aspek Penting Membangun Tangga di Hunian Kecil | Mengenali Tanda Serangan Rayap di Rumah

[KURASI KOMPASIANA] Tips Membeli Rumah Pertama | Aspek Penting Membangun Tangga di Hunian Kecil | Mengenali Tanda Serangan Rayap di Rumah

Rilis
Ekonom: Kalau Enggak Mau Kebanjiran Impor, Jangan Ikut Kerja Sama Dagang!

Ekonom: Kalau Enggak Mau Kebanjiran Impor, Jangan Ikut Kerja Sama Dagang!

Whats New
Waskita dan HK Siap Lepas Ruas Tol yang Dikelola untuk LPI

Waskita dan HK Siap Lepas Ruas Tol yang Dikelola untuk LPI

Whats New
BGR Logistic Gandeng KAI untuk Optimalkan Layanan Logistik dan Pergudangan

BGR Logistic Gandeng KAI untuk Optimalkan Layanan Logistik dan Pergudangan

Rilis
Hingga Hari Ini, 5 Juta Orang Sudah Lapor SPT Tahunan

Hingga Hari Ini, 5 Juta Orang Sudah Lapor SPT Tahunan

Whats New
Dorong Kompetisi Sehat, Pemerintah Diminta Susun Regulasi E-Commerce

Dorong Kompetisi Sehat, Pemerintah Diminta Susun Regulasi E-Commerce

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X