Gubernur BI: Kita Upayakan Pertumbuhan Ekonomi Tidak Lebih Rendah dari 2,3 Persen

Kompas.com - 09/04/2020, 17:43 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo DOKUMENTASI BANK INDONESIAGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo telah memprediksi pertumbuhan ekonomi RI per kuartal dalam berbagai skenario, salah satunya skenario berat akibat dampak virus corona (Covid-19).

Skenario dikategorikan berdasarkan lamanya durasi penyebaran virus. Kategori skenario berat sendiri bila durasi puncak penyebaran virus berlangsung hingga Juni-Juli. Sedangkan skenario sangat berat bila penyebaran berlangsung hingga September.

Dalam skenario berat, Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 sebesar 4,7 persen. Kemudian menukik drastis sebesar 1,1 persen pada kuartal II 2020.

"Itu adalah skenario berat yang kemudian kita bahas dan sepakati bersama dan menjadi acuan respons apa yang kemudian diperlukan," kata Perry dalam konferensi video, Kamis (9/4/2020).

Baca juga: Moodys Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2020 Terendah Sejak 1998

Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi berangsur pulih pada kuartal III sebesar 1,3 persen dan kuartal IV sebesar 2,4 persen. Sepanjang 2020, pertumbuhan ekonomi diprediksi tak lebih rendah dari 2,3 persen.

Untuk memastikan itu, Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan akan terus menyiapkan langkah-langkah agar pertumbuhan ekonomi RI 2020 setidaknya mampu mencapai 2,3 persen.

Caranya dengan menyejajarkan kebijakan moneter dengan stimulus fiskal hingga akhirnya membuat defisit fiskal melebar jadi 5,07 persen dari PDB. Sebab, ada tambahan belanja fiskal sebesar Rp 405,1 triliun untuk biaya kesehatan, biaya pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi.

"Kita dengan berbagai policy, pertumbuhan ekonomi kita upayakan tidak akan lebih rendah dari 2,3 persen PDB maupun di sektor keuangan termasuk nilai tukar," ungkapnya.

Baca juga: Imbas Corona, Pertumbuhan Ekonomi Singapura Diprediksi Cuma 0,6 Persen

Adapun skenario berat merupakan hasil pembahasan bersama antara BI, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dan Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah.

Saat itu, pihaknya mengumpulkan data dan beragam informasi, salah satunya dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang disampaikan Menkeu Sri Mulyani kepadanya.

"Berdasarkan info dari satgas diperkirakan memang puncak covid-19 mencapai Juni-Juli. Sebelumnya masa darurat 29 Mei. Itu mendasari skenario berat, yang menghasilkan 2,3 persen pertumbuhan 2020," jelas Perry.

Baca juga: Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2020, Ini Kata Sri Mulyani



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X