4 Hal agar Bisnis Startup Tetap Eksis di Tengah Pandemi Covid-19

Kompas.com - 26/05/2020, 11:10 WIB
Ilustrasi Startup SHUTTERSTOCKIlustrasi Startup

NEW DELHI, KOMPAS.com – Kebanyakan bisnis di seluruh dunia termasuk startup (perusahaan rintisan) saat ini sedang menghadapi masa-masa sulit karena pandemi Covid-19. Hal ini lantaran penggalangan dana untuk pendanaan startup mulai berkurang.

Melansir CNBC, Selasa (26/5/2020), Direktur Pelaksana Sequoia Capital India Rajan Anandan mengatakan, saat ini pengusaha berusaha membangun bisnis mereka dengan pemahaman bagaimana pandemi akan mengubah perilaku pengguna dan cara beradaptasi di masa depan.

Ia menyebut program Surge dari perusahaan ventura yang menyediakan modal awal hingga 2 juta dollar AS untuk startup terpilih di Asia Tenggara dan India, mengalami penurunan dalam kegiatan penggalangan dana.

Dari data CB Insights dan Crunchbase, hal ini terjadi karena proyeksi masa depan ekonomi yang lebih buruk. Apalagi, pada kuartal ini perlambatan ekonomi terlihat secara nyata.

Baca juga: Founder Bukalapak Siapkan Jutaan Dollar AS untuk Suntik Startup, Ini Syaratnya

Saat ini, ada lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia yang telah terinfeksi oleh Covid-19. Pandemi juga mendorong ekonomi global mengalami penurunan karena sebagian besar pemerintah menekan kegiatan bisnis untuk menahan laju Covid-19.

Lalu, apa yang perlu dilakukan untuk mempertahankan bisnis startup ?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Pastikan kondisi finansial

Untuk pendiri startup, prioritas untuk memastikan perusahaan tetap berjalan adalah dengan memastikan kondisi finansial perusahaan yang memumpuni untuk kurun waktu tertentu.

“Setelah Anda memiliki finansial yang memadai, fokuslah untuk menyusun kembali bisnis Anda. Jika Anda berada di sektor yang sangat terkena dampak, Anda dapat mempertimbangkan untuk berputar ke segmen yang sama sekali berbeda,” kata Anandan.

Ia menjelaskan, pebisnis startup perlu mengubah cara penjualan, pemasaran dan target market untuk pelanggan baru.

"Cobalah untuk memahami bagaimana perilaku konsumen dan pembelian yang cenderung berubah karena Covid-19 dan selaraskan strategi Anda sesuai dengan kemungkinan skenario baru yang akan terjadi," tambah Anandan.

Ia menegaskan, jika Anda memiliki modal, maka ini saatnya untuk membangun usaha dan membedakan diri Anda dengan kompetitor.

2. Selesaikan putaran pendanaan dengan cepat

Hemanth Mohapatra, seorang mitra di perusahaan modal ventura Lightspeed India, mengatakan, para pebisnis startup yang memperoleh pendanaan, saat ini harus menyelesaikan putaran mereka sesegera mungkin.

"Saran kami kepada para pebisnis startup adalah untuk menutup putaran mereka secepat mungkin, dan tidak menunggu lama,” kata Hemanth.

Menurut dia, penilaian untuk perusahaan baru memang cenderung negatif, namun ia memproyeksikan pasar akan bangkit kembali lebih cepat dari yang diperkirakan.

Baca juga: Startup Perikanan Galang Dana untuk Pembudidaya Ikan, UMKM, dan Tenaga Medis

3. Temukan peluang saat perilaku berubah

Sementara pandemi menghancurkan banyak sektor, termasuk perjalanan dan pariwisata tahun ini. Namun bisnis e-commerce, pembayaran digital, pekerjaan jarak jauh, pembelajaran online, dan teknologi perawatan kesehatan menunjukkan dampak positif.

Vinod Nair, seorang investor untuk perusahaan startup mengatakan, krisis yang sedang berlangsung telah menyebabkan dua jenis perubahan perilaku.

Pertama, perubahan taktis dalam kebiasaan konsumsi yang diperkirakan akan bertahan hingga dua tahun. Kedua, perubahan struktural seperti lebih banyak orang mungkin akan bekerja dari rumah bahkan setelah pandemi selesai.

"Saya mencari tema (investasi) dengan perubahan struktural atau perubahan yang sudah diantisipasi dan ditargetkan mengalami percepatan," katanya.

Sebagai contoh, penggunaan pasar online, pembayaran digital dan layanan kesehatan elektronik, seperti konsultasi dengan dokter melalui internet yang kemungkinan akan meningkat.

Baca juga: Ada Dua Startup Unicorn Tolak Jadi Mitra Kartu Prakerja

4. Cari tren yang sedang berkembang

Anandan mengatakan, di samping perubahan perilaku konsumen, pandemi ini mempercepat laju digitalisasi. Di India, digitalisasi terbukti mengalami pertumbuhan yang terlihat di bidang teknologi pendidikan dan kesehatan digital.

“Jumlah pelajar online untuk sektor pendidikan telah naik dua kali lipat selama dua bulan terakhir. Telemedicine, yang hampir tidak ada di India beberapa bulan yang lalu, sekarang tumbuh pada tingkat yang eksponensial,” katanya.

Sementara Mohapatra dari Lightspeed India, menyebut saat ini muncul optimisme bisnis digital yang kuat dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Setelah melalui berbagai krisis di akhir tahun 90-an dan juga pada 2008, kami telah melihat perusahaan terbaik dan pendiri terbaik keluar dari krisis ini. Kami pikir musibah mengarah pada kreativitas,” tegasnya.

Baca juga: Dapat Suntikan Dana 800 Juta Dollar AS, Northstar V Siap Modali Berbagai Startup

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.