Kata Bos BCA, Ini Tantangan dan Risiko Restrukturisasi Kredit

Kompas.com - 10/06/2020, 20:13 WIB
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja di ICE, Serpong, Tangerang, Jumat (9/2/2018). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTOPresiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja di ICE, Serpong, Tangerang, Jumat (9/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk ( BCA) Jahja Setiaatmadja memaparkan tentang restrukturisasi kredit di masa pandemi Covid-19.

Ia menyebut, restrukturisasi kredit menjadikan semua nasabah atau debitur yang tidak sanggup bayar menjadi nasabah lancar, sehingga perbankan tidak mencatatkannya sebagai kredit macet (non performing loan/NPL).

Jahja mengaku, proses restrukturisasi tidak mudah karena perlakuan yang diberikan untuk setiap nasabah berbeda-beda.

Baca juga: Total Angsuran Kredit yang Ditunda Untuk Stimulus Capai Rp 271 Triliun

Pihak bank mesti jeli melihat mana nasabah yang masuk kriteria restrukturisasi dan mana nasabah yang kesulitan mengembalikan pinjaman usai Covid-19.

"Internal kami terpaksa mendalami satu per satu keadaan nasabah. Apakah mereka masalah likuiditas saja dan akan surviving, atau lebih ada risk problem yang berdampak lama, berdampak pada profitabilitas dan volume industri," ungkap Jahja.

Dia tak memungkiri, manajemen merasa khawatir saat pemerintah pertama kali menyerukan kepada masyarakat untuk meminta keringanan.

Baca juga: Total Restrukturisasi Kredit Capai Rp 597 Triliun

Ketakutan-ketakutan yang muncul adalah kondisi likuiditas perbankan karena permintaan kredit tergerus.

"Restrukturisasi ada positif ada negatif. Pada awalnya kami kuatir sekali, bagaimana jika semua nasabah jadi tidak mau bayar, Ini kan bahaya," tutur Jahja.

Adapun untuk mencegah krisis perbankan selanjutnya, perseroan berusaha membuang pencadangan secara normal, meski kredit macet tak muncul sebagai NPL.

Jahja bilang, BCA tak berani ambil risiko bila tak mencadangkan dana sama sekali. Sebab bukan tak mungkin, beberapa nasabah bisa menjadi masalah.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X