Kompas.com - 21/06/2020, 15:18 WIB
Ilustrasi: di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi: di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan bergerak melemah pada perdagangan pekan depan.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, IHSG diproyeksi bakal berpeluang konsolidasi melemah di kisaran 4.821 hingga 4.900 dan resistance di level 4.970 hingga 5.018.

"IHSG kami perkirakan berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 4.900 sampai 4.821 dan resistance di level 4.970 sampai 5.018," ujar Hans dalam keterangannya yang diterima Kompas.com, Minggu (21/6/2020).

Baca juga: Betah di Zona Hijau, IHSG Akhir Pekan Ditutup Positif

Hans pun memaparkan beberapa sentimen yang diperkirakan memengaruhi IHSG pekan depan.

Sentimen pertama, menurut dia investor masih memerhatihan risiko gelombang kedua pandemi virus corona (covid-19).

Dia mengatakan, peningkatan kasus di Amerika dan negara Afrika menimbulkan kekhawatiran terjadinya gelombang kedua penularan virus tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketika ekonomi aktif kembali ternyata terjadi semakin banyak infeksi yang memudarkan harapan ekonomi akan cepat pulih pada Juli-September setelah suram pada April-Juni," jelas dia.

Sentimen lain merupakan data-data perekonomian dunia yang tengah mendapat perhatian pelaku pasar.

Hal tersebut menyusul pernyataan ekonom IMF Gita Gopinath dan Gubernur bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve mengenai ekspektasi pemulihan ekonomi dunia yang cepat pudar akibat pandemi.

Namun demikian, terdapat sentimen positif seperti data penjualan rirel di AS yang membaik dan membuat optimisme pasar.

Selain itu, pasar juga menanti paket stimulus besar-besaran di AS yang diperkirakan akan disepakati pada Juli ini.

Sentimen positif lainnya adalah keberadaan obat dexamethasone yang dianggap dapat mengurangi risiko kematian pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

"Di dalam negeri banyak sentimen positif diantaranya penurunan bunga acuan oleh BI. Pemberian rating overweight oleh Morgan Stanley menjadi sentimen positif juga," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.