Anak Usaha MNC Grup, Global Mediacom Digugat Pailit ke PN Jakpus

Kompas.com - 02/08/2020, 16:52 WIB
Ilustrasi pengadilan. ThinkstockIlustrasi pengadilan.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) digugat oleh KT Corporation, perusahaan telekomunikasi asal Korea Selatan, ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat terkait kasus kepailitan.

Berdasarkan laman PN Jakarta Pusat, Minggu (2/8/2020), dengan menggandeng kuasa hukum Warakah Anhar, KT Corporation melayangkan gugatan pada 28 Juli 2020. Kini kasus kepailitan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 33/Pdt.Sus- Pailit/2020/PN Niaga Jkt.Pst.

Dalam petitum, ada beberapa hal yang diminta KT Corporation kepada majelis hakim. Salah satunya, pemohon meminta majelis hakim menerima dan mengabulkan permohonan pailit seluruhnya.

Baca juga: Riwayat Cowell, Pemilik Atrium Senen yang Kini Pailit

"(Untuk) menyatakan Global Mediacom yang kini berlokasi di di MNC Tower lantai 27, Jl. Kebon Sirih No.17-19, Jakarta 10340 pailit dengan segala akibat hukumnya," demikian bunyi petitum.

Kemudian, KT Corporation juga meminta untuk pihak pengadilan menetapkan dan menunjuk, serta mengangkat hakim pada Pengadilan Niaga Jakarta sebagai Hakim Pengawas.

Penggugat meminta pula pengadilan untuk menunjuk dan mengangkat tiga kurator dan pengurus yakni Fennieka Kristianto, Yongki Martinus Siahaan, dan Ronal Hermanto untuk menjadi tim kurator dalam proses kepailitan Global Mediacom. Ketiganya telah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham).

Atas jasa kurator tersebut, KT Corporation juga meminta untuk majelis hakim menetapkan imbalan jasa kurator yang akan ditentukan kemudian sesuai ketentuan berlaku setelah kurator melaksanakan tugasnya.

KT Corporation juga meminta majelis hakim menghukum Global Mediacom untuk membayar seluruh biaya perkara.

Berdasarkan penjadwalan PN Jakarta Pusat, sidang pertama atas perkara ini akan dilaksanakan pada 5 Agustus 2020 pukul 10.35 WIB mendatang.

Tanggapan Global Mediacom 

Menanggapigugatan tersebut, Direktur Legal Global Mediacom Christophorus Taufik Siswandi mengatakan, permohonan KT Corporation tersebut tidak valid karena dasar perjanjiannya sudah dibatalkan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X