KILAS

Mentan SYL: Dalam Pertanian Manajemen Air Jadi Sangat Penting

Kompas.com - 10/08/2020, 17:37 WIB
Kementan berusaha meningkatkan produktivitas di musim tanam kedua, salah satunya adalah memperbaiki jaringan irigasi lewat program RJIT jelang musim kering. DOK. Humas Kementerian PertanianKementan berusaha meningkatkan produktivitas di musim tanam kedua, salah satunya adalah memperbaiki jaringan irigasi lewat program RJIT jelang musim kering.

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan pentingnya manajemen air guna mendukung pertanian kepada petani di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Belitung.

“Dalam pertanian, harus selalu ada air. Oleh karena itu manajemen air menjadi sangat penting,” ujarnya dalam kunjungan kerja seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (10/8/2020).

Dia juga menjelaskan, Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki sejumlah kegiatan guna mendukung manajemen air, salah satunya Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).

“Perlu ditata airnya, misalnya di mana sekundernya, di mana primernya, di mana tersiernya, di mana kuarternya, di mana irigasi cacing yang ada sehingga tiga kali (panen) betul-betul termanfaatkan,” ujarnya.

Baca juga: Kementan Bantu Petani di Tanah Bumbu Hadapi Kekeringan dengan RJIT

Tidak hanya itu, menteri yang akrab disapa SYL ini menerangkan pula, pentingnya penggunaan mekanisasi teknologi guna mendukung kemajuan pertanian.

“Pengelolaan manajemen air juga bisa didukung mekanisasi teknologi, seperti harus ada pompa air. Jadi pertanian tidak akan menemui masalah dan air akan selalu siap,” ujar SYL.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mendukung pernyataan tersebut. Menurutnya, pengelolaan air irigasi harus dilakukan dari hulu sampai ke hilir.

“Sebab, tidak berfungsinya atau rusaknya salah satu bangunan irigasi, akan mempengaruhi kinerja sistem irigasi. Akibatnya efisiensi dan efektivitas irigasi akan berkurang,” jelasnya.

Baca juga: Usai Gagal Tanam dan Panen, Petani di Belu Diminta Kementan Gunakan Asuransi

Dia menyebut, dampak yang ditimbulkan pun dapat membuat air yang dibutuhkan pertanian menjadi kurang dan menyebabkan kekeringan.

Untuk itu, pada 2020 ini Direktorat Jenderal (Ditjen) PSP melakukan berbagai kegiatan guna mendukung manajemen air bagi pertanian di Kabupaten Bangka Selatan.

Beberapa kegiatan tersebut, antara lain kegiatan RJIT seluas 500 hektar (ha), irigasi pompa besar sebanyak 4 paket, irigasi perpipaan sebanyak 1 unit, dan kegiatan optimasi lahan untuk seluas 1.000 ha.

“Lewat kegiatan ini, Ditjen PSP Kementan ingin meningkatkan kondisi infrastruktur jaringan sehingga mampu meningkatkan fungsi layanan irigasi,” katanya.

Baca juga: Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi, Kementan Canangkan Program RJIT

Dia berharap, kegiatan ini bisa meningkatkan luas areal tanam dan indeks pertanaman, termasuk meningkatkan partisipasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)/Gabungan (GP3A)/Kelompok Tani (Poktan)/Gabungan Poktan dalam pengelolaan jaringan irigasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.