Tahun Depan, Rabobank Indonesia Dimerger ke BCA Syariah

Kompas.com - 28/08/2020, 17:40 WIB
Ilustrasi Bank BCA Dok. BCAIlustrasi Bank BCA

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk bakal menggabungkan (merger) Rabobank Indonesia dengan BCA Syariah.

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan, rencana penggabungan dua entitas itu bakal dilakukan tahun depan, usai permohonan izin-izin terkait rencana akuisisi Rabobank kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) rampung dan lancar.

"Memang kita ada rencana Rabobank akan dimerger dengan BCA Syariah. Rencananya kalau lancar legal merger di awal tahun depan 2021," kata Vera dalam Public Expose Bursa Efek Indonesia secara virtual, Jumat (28/8/2020).

Baca juga: Cara Tarik Tunai Saldo GoPay di ATM BCA

Vera menuturkan, digabungkannya Rabobank Indonesia dengan BCA Syariah sebagai upaya menumbuhkan bisnis anak perseroan melalui jalur anorganik. Fokus bisnis BCA Syariah nantinya menyasar sektor komersial, UKM, dan ritel.

Dia pun membantah, penggabungan kedua entitas bertujuan untuk bersaing dengan anak usaha bank-bank BUMN yang memiliki modal lebih besar.

"Compete (bersaing) enggak lah, ya. BCA Syariah asetnya di kisaran Rp 8 triliun, dibandingkan BUMN kita jauh lebih kecil. Jadi momentumnya ketemu untuk anorganik, inilah yang kita rencanakan untuk BCA Syariah," tutur Vera.

Perseroan pun belum memikirkan rencana melantai (initial public offering/IPO) anak usahanya di Bursa Efek Indonesia. Adapun saat ini, pihaknya masih fokus mengurus proses akuisisi bank, usai melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada Akhir Juli lalu.

"Belum ada rencana IPO. Modal BCA Syariah setelah di-merger mungkin bisa mendekati Rp 2 triliun. Nanti kita sampaikan secara official, ya," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, para pemegang saham PT Bank Central Asia Tbk menyetujui akuisisi PT Bank Rabobank International Indonesia dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Kamis (30/7/2020).

Baca juga: Pemegang Saham BCA Setuju Akuisisi Rabobank

Nantinya BCA dan entitas anak, yakni PT BCA Finance berencana membeli masing-masing 3.719.069 dan 1 lembar saham dari para pemegang saham Rabobank. 

Adapun total nilai rencana akuisisi akan mengacu kepada premium yang bersifat tetap sebesar 20,5 juta dollar AS ditambah dengan satu kali adjusted book value pada saat penyelesaian (closing) yang diperkirakan rampung pada September 2020.

Perseroan menyatakan, rencana akuisisi Rabobank ini tidak memberikan dampak material pada permodalan perseroan.

Setelah memperoleh persetujuan dari RUPSLB, selanjutnya BCA akan mengajukan permohonan izin-izin terkait rencana akuisisi Rabobank kepada Otoritas Jasa Keuangan. 

"Diperkirakan proses akuisisi akan selesai pada kuartal III 2020," tulis BCA.

Baca juga: BCA Sediakan Fitur Debit Online di Mobile Banking



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X