Bermain Layang-layang di Dekat Bandara Bisa Didenda Rp 1 Miliar

Kompas.com - 26/10/2020, 16:09 WIB
Layang-layang yang menyangkut di landing gear sebelah kiri pesawat Citilink pada Jumat 23 Oktober 2020. (Foto dokumentasi PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto) KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMALayang-layang yang menyangkut di landing gear sebelah kiri pesawat Citilink pada Jumat 23 Oktober 2020. (Foto dokumentasi PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto)

JAKARTA, KOMPAS.com - Bermain layang-layang di area bandara bisa terkena sanksi denda hingga Rp 1 miliar.

Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 9 tahun 2009 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 101 tentang Balon Udara yang Ditambatkan, Layang-Layang, Roket Tanpa Awak dan Balon Udara Bebas Tanpa Awak.

“Kami juga menyampaikan sanksi bagi penerbang layang-layang yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan adalah tiga tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan,” ujar Direktur Utama PT AirNav Indonesia Pramintohadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/10/2020).

Praminto menambahkan, bermain layang-layang di area bandara sangat membahayakan pesawat udara yang lepas landas dan mendarat di bandara tersebut.

“Bahaya layang-layang bagi pesawat udara adalah jika terhisap mesin pesawat udara, maka dapat membuat gangguan mesin hingga mesin pesawat udara mati,” kata dia.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Pendapatan Digital Business Telkomsel Capai Rp 31,9 Triliun

Bila layang-layang tersangkut pada aileron atau sirip pesawat, maka dapat menyebabkan gangguan pada kemudi pesawat udara.

Selanjutnya ucap Praminto, bila layang-layang tersangkut pada bagian depan kokpit pesawat, maka dapat mengganggu sensor-sensor pada pesawat udara seperti sensor ketinggian dan sensor cuaca, serta mengakibatkan pesawat udara tidak dapat mendarat.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, mari bersama-sama kita menjaga keselamatan penerbangan di ruang udara Nusantara. Karena mereka yang berada di pesawat udara tersebut merupakan saudara-saudara kita juga, anak-anak dari Ibu Pertiwi,” kata dia.

Sementara itu, Praminto juga menjelaskan kronologi tersangkutnya layang-layang sebesar 50 centimeter di pesawat Citilink dengan rute Bandara Halim Perdanakusuma ke Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta pada Jumat (23/10/2020) lalu.

“Beruntung pesawat berjenis ATR tersebut masih bisa mendarat dengan selamat. Pada saat kejadian, ATC yang bertugas di menara pemandu lalu lintas Bandara Adi Sutjipto sebelumnya telah memperingatkan pesawat yang akan mendarat untuk waspada terhadap layang-layang yang diterbangkan di sekitar area bandara,” ungkapnya.

Menurut dia, pada saat itu para petugas menara pemandu lalu lintas telah bekerja sesuai dengan standar operasinal prosedur (SOP) yang berlaku.

“Saat ada pilot report yang melaporkan melihat layang-layang di sekitar bandara, prosedurnya kami akan memberikan peringatan kepada pilot lain, terutama yang akan mendarat di area bandara tersebut. Selain peringatan kepada pilot, bahkan setelah kejadian kami melakukan penyisiran dan sosialisasi kepada warga di sekitar Bandara Adi Sutjipto berkolaborasi dengan TNI AU dan Angkasa Pura I,” ujarnya.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Turun, Jumlah Penumpang di YIA Naik



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X