Smelter Nikel Mulai Dibangun di KEK Palu

Kompas.com - 29/10/2020, 05:43 WIB
Ilustrasi smelter istimewaIlustrasi smelter

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Trinitan Metals and Minerals Tbk melakukan groundbreaking pembangunan smelter nikel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah pada Rabu (28/10/2020).

Ground breaking ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara TMM dengan PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) untuk membangun smelter nikel di atas lahan seluas 200 hektare. Kesepakatan itu ditandatangani pada 16 September 2020 lalu.

Direktur TMM Widodo Sucipto menyatakan, setelah ground breaking, perseroan akan melakukan land clearing, kemudian memindahkan alat-alat yang berada di Polewali Mandar ke KEK Palu.

Baca juga: Pemerintah Akui Bangun Smelter Tidak Mudah, Ini Alasannya

“Secara paralel kami juga akan melakukan feasibility study dengan dua perusahaan raksasa Jepang yang akan rampung pada bulan Maret 2021, dan kemudian akan dilanjutkan dengan melakukan DED (Detailed Engineer Design),” kata Widodo dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2020).

Widodo menyebut TMM akan bergandengan tangan erat dengan KEK Palu, serta melakukan kolaborasi dengan membentuk team planologi antara TMM dan KEK Palu.

Selain itu, kata dia, TMM juga akan memindahkan Pilot Plant teknologi Hidrometalurgi Step Temparature Acid Leach (STAL) dari kawasan Cileungsi, Jawa Barat ke KEK Palu. Ini akan dilanjutkan dengan pembangunan beberapa mini plant di mulut tambang yang hasilnya berupa konsentrat.

Konsentrat ini akan diproses lebih lanjut di fasilitas main plant di KEK Palu dengan kapasitas hingga 5.000 ton nikel murni.

Baca juga: Pengusaha: Kami Ingin Industri Smelter Sinergi dengan Industri Hilir

Untuk diketahui, TMM adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan teknologi pemurnian mineral, pengelolaan limbah pertambangan dan pertambangan.

Salah satu pengembangan yang sedang dilakukan oleh TMM adalah memanfaatkan teknologi Hidrometalurgi Step Temparature Acid Leach (STAL) di Indonesia untuk melakukan proses pemurnian berlapis, sehingga menghasilkan limbah padat yang sangat minim, penggunaan air dan energi yang minimal.

Smelter nikel ini dalam pengoperasiannya kelak akan menggunakan teknologi Hidrometalurgi Step Temperature Acid Leach (STAL), yang merupakan solusi bagi pengolahan bijih nikel laterit kadar rendah di Indonesia, dengan nilai investasi yang efisien, namun mampu menghasilkan nikel 99,96 persen (LME Grade), serta nikel sulfat (NiSO4) dan kobalt sulfat (CoSO4) battery grade,” ujar Widodo.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X