KILAS

Hadapi La Nina, Mentan Ajak Petani Semangka dan Blewah di Jombang Gunakan Asuransi

Kompas.com - 02/11/2020, 19:05 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghimbau petani di Kabupaten Bekasi untuk mengikuti asuransi pertanian, sebagai antisipasi apalagi lahan pertanian seluas 800 ha gagal panen, Minggu (13/9/2020). Dok. Humas Kementan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghimbau petani di Kabupaten Bekasi untuk mengikuti asuransi pertanian, sebagai antisipasi apalagi lahan pertanian seluas 800 ha gagal panen, Minggu (13/9/2020).

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Badan Meteorologi , Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia akan menghadapi fenomena La Nina atau curah hujan akan meningkat.

“Ada potensi kondisi seperti yang terjadi di Jombang akan terjadi lagi, juga di daerah lain,” kata Syahrul, seperti keterangan tertulisnya, Senin (2/11/2020).

Terlebih, tingginya curah hujan telah membuat petani semangka dan blewah di Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur gagal panen.

Oleh sebab itu, menteri yang akrab disapa SYL ini pun mengingatkan petani untuk mengantisipasi kondisi tersebut agar terhindar dari kerugian.

“Kami mengajak petani untuk menjaga lahannya dengan asuransi agar tidak merugi saat gagal panen,” ungkapnya.

Baca juga: Terancam Gagal Panen, Petani di Kabupaten Bekasi Diminta Mentan Ikut Asuransi Pertanian

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy menambahkan, asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Asuransi akan membantu petani agar terhindar dari kerugian dengan klaim. Petani bisa memanfaatkan klaim untuk persiapan tanam kembali,” paparnya.

Sarwo juga menyebut, asuransi menjadi bagian dari strategi Kementan untuk menghadapi La Nina.

Sementara itu, Kepala Desa Rejosopinggir Yoyok Supriyanto mengatakan, terdapat sekitar 100 hektar (ha) tanaman semangka dan blewah di kampungnya.

Dari jumlah itu, sekitar 80-90 persen gagal panen. Buah semangka dan blewah yang siap panen membusuk gara-gara terkena hujan.

Baca juga: Antisipasi Kekeringan, Kementan Ajak Petani di Tasikmalaya Manfaatkan Asuransi Pertanian

"Baru kali ini gagal panen. Tahun lalu panen bagus, per 100 bata (lahan seluas 1.400 meter persegi) saat panen menghasilkan Rp 10 juta lebih," terangnya.

Yoyok menjelaskan, semangka dan blewah ditanam hanya satu tahun sekali di Desa Rejosopinggir. Tepatnya, pada musim kemarau setelah panen raya padi, yaitu pada Agustus.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.