Bahas Antisipasi Banjir, Luhut Wanti-wanti soal Klaster Baru Covid-19

Kompas.com - 30/11/2020, 17:33 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat koordinasi terkait menghadapi bencana banjir 2020-2021 di Jakarta, Senin (30/11/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat koordinasi terkait menghadapi bencana banjir 2020-2021 di Jakarta, Senin (30/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berharap, tidak ada klaster baru virus corona (Covid-19) akibat bencana banjir.

Sebab kata Luhut, bencana banjir kerap membuat banyak masyarakat mengungsi. Berkumpulnya masyarakat di tempat pengungsian dikhawatirkan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.

“Diharapkan tidak akan menimbulkan klaster baru dari adanya gelombang pengungsian sehingga perlu ditekankan bahwa setiap masyarakat harus saling jaga dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (30/11/2020).

Pemerintah kata dia, akan menerapkan metode Tactical Floor Game (TFG) untuk mengantisipasi banjir akibat fenomena La Nina di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Baca juga: Patimban Mulai Beroperasi Desember 2020, Menhub Ingin Ekspor yang Lebih Besar

Hal tersebut disampaikan Luhut dalam rapat koordinasi menghadapi bencana banjir tahun 2020-2021 yang digelar di Jakarta, hari ini.

Tactical floor game adalah taktik militer yang bisa kita terapkan untuk dapat berkoordinasi terkait peran dari setiap pihak selama masa antisipasi perkiraan bencana banjir di DKI Jakarta mendatang,” kata dia.

Luhut menjelaskan, TFG dilakukan untuk memperjelas peran dari setiap kementerian dan lembaga agar dapat memaksimalkan sumber dayanya dalam antisipasi dan pembuatan strategi untuk perkiraan bencana banjir.

Dalam kegiatan ini semua pihak telah menentukan strategi dan koordinasi ke depan.

Kementerian Kesehatan juga akan dilibatkan untuk mengedukasi masyarakat di pengungsian agar selalu menerapkan protokol cuci tangan, penggunaan masker, dan jaga jarak.

“Mari kita jadikan kegiatan TGF ini sebagai momentum untuk memulai aksi, tindakan, dan kerja bersama antara stakeholder terkait untuk mengurangi risiko bencana banjir demi membangun bangsa yang tangguh,” kata dia.

Kegiatan antisipasi banjir ini dihadiri langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Juliari P. Batubara, Kepala BNPB Doni Monardo, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dan Asops Panglima TNI. 

Baca juga: Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Capai Rp 431,54 Triliun



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X