Menhub: Bakal Ada Kota Baru Dekat Pelabuhan Patimban bernama "Kota Rebana"

Kompas.com - 30/11/2020, 17:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kehadiran Pelabuhan Patimban bakal berdampak pada perekonomian di wilayah sekitarnya. Sehingga akan berkembang kota baru di area pelabuhan.

Ia mengatakan, kota baru itu disebut Kota Rebana dan diperkirakan menjadi timpat tinggal bagi 1 juta penduduk.

"Kota ini unik, tumbuh karena ada pelabuhan dan kegiatan ekonomi, serta tumbuh dengan memastikan mereka yang tinggal di sana ada pekerjaan," ujarnya dalam acara Table Top Exercise yang ditayangkan virtual, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Patimban Mulai Beroperasi Desember 2020, Menhub Ingin Ekspor yang Lebih Besar

Kota Rebana berada di wilayah timur laut Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang meliputi tujuh daerah, yakni Kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon, Subang, Indramayu, Kuningan, serta Kota Cirebon.

Kota ini pun diproyeksi bakal menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi Jawa di masa depan, sehingg mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Budi Karya mengatakan, setidaknya akan ada 200.000 tenaga kerja yang terserap baik berkerja langsung di Pelabuhan Patimban maupun pada industri di sekitarnya.

Untuk mencapai hal tersebut, lanjutnya, dilakukan beragam pelatihan bagi masyarakat di sekitar Paimban untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Di sisi lain, para penduduk sekitar juga bisa semakin diberdayakan, seperti menjadi nelayan yang lebih profesional, atau memproduksi produk-produk perikanan dan membuka restoran, ataupun menghasilkan kerajinan tangan yang bernilai jual.

"Ini pelatihan bukan basa-basi, tapi bagaimana kita ingin masyarakat di Patimban sama majunya dengan Pelabuhan Patimban. Oleh karena itu, pelatihan ini untuk peningkatan kompetensi," pungkas Budi Karya.

Baca juga: IPCM Ungkap Rencana Ekspansi di Pelabuhan Patimban

Untuk diketahui, Pelabuhan Patimban yang terletak di Subang, Jawa Barat merupakan proyek strategis nasional jangka menengah. Targetnya mulai beroperasi pada Desember 2020 mendatang.

Pada tahap awal dapat melayani ekspor 218.000 CBU per tahun dan 250.000 TEUs kontainer per tahun. Kemudian berkembang, hingga pada 2027 kapasitasnya menjadi 7,5 juta TEUs kontainer per tahun dan 600.000 unit CBU per tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.