Bicara Soal Pentingnya Data, Ahok: Saya Harap Tidak Ada Lagi Gara-gara Sembako Menteri Ketangkep

Kompas.com - 21/12/2020, 20:27 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menekankan pentingnya data dalam operasional pemerintahan, baik pusat ataupun daerah.

Menurut dia, keberadaan data menjadi kunci dalam berbagai kegiatan pemerintahan, seperti halnya penyaluran bantuan ataupun subsidi bagi masyarakat.

"Kita tahu selama ini subsidi kita di dalam (pengadaan) barang boleh dikatakan sering tidak tepat sasaran," ujar Ahok dalam Peluncuran Kolaborasi Blibli x Jangkau secara virtual, Senin (21/12/2020).

Baca juga: Kenaikan Gaji Anggota DPRD DKI di Tengah Pandemi, Diamuk Ahok hingga Batal

Founder dari platform aplikasi Jangkau itu meyakini, dengan keberadaan data yang nyata dan terus diperbaharui maka penyaluran subsidi ataupun bantuan akan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan transparan.

"Jadi saya berharap tidak ada lagi, gara-gara sembako menteri ketangkep. Ini kan kasian banget," ujar Ahok.

Namun, Ahok menyadari, data adalah sebuah komoditas yang mahal. Pasalnya, tidak lah mudah untuk mendapatkan data yang tepat dan terbaharui.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Data ini selalu mahal," kata Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) itu.

Oleh karenanya, Ahok memiliki visi agar aplikasinya dapat mengumpulkan data terkait masyarakat kurang mampu dan juga kebutuhannya.

Baca juga: Ahok: Mungkin Beberapa Kilang Pertamina Akan Ditutup...

Data tersebut nantinya dapat digunakan oleh pemerintah pusat atau daerah sebagai acuan penyaluran bantuan dan juga subsidi.

"Saya mengharapkan Jangkau ini menjadi sebuah dashboard data yang bagi bagi seluruh pemerintahan daerah dan kementerian," ucap Ahok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.