Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Geser Mukesh Ambani, Ini Orang Terkaya Asia yang Baru

Kompas.com - 31/12/2020, 10:45 WIB
Fika Nurul Ulya,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Bloomberg

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Asia kini punya orang terkaya baru, namanya Zhong Shanshan. Dia sukses menggeser orang terkaya Asia sebelumnya, yakni Mukesh Ambani dari India.

Kekayaan Zhong yang memiliki bisnis media, pertanian jamur, dan perawatan kesehatan bahkan melampaui sekelompok pemilik perusahaan teknologi China, termasuk Jack Ma.

Mengutip Bloomberg Billionaires Index, Kamis (31/12/2020), kekayaan bersih Zhong telah melonjak sebesar 70,9 miliar dollar AS menjadi 77,8 miliar dollar AS tahun ini. Pendapatan itu menjadikannya orang terkaya ke-11 di jagat raya.

Baca juga: Ini 5 Miliarder Dunia yang Hartanya Melesat di Tengah Pandemi

Melesatnya kekayaan Zhong merupakan salah satu akumulasi tercepat dalam sejarah. Lebih luar biasanya, dia belum begitu dikenal di kawasan Asia, kecuali China yang merupakan tanah kelahirannya.

Pria berusia 66 tahun ini memang tidak pernah terlibat dalam urusan politik maupun kepentingan bisnis dengan keluarga kaya lainnya. Itulah sebabnya dia lebih dikenal secara lokal.

Ia berhutang kesuksesannya pada dua bidang usaha yang saling tidak terkait, yakni Wantai Biological Pharmacy Enterprise Co. dan Nongfu Spring Co. Wantai merupakan salah satu perusahaan di China yang mengembangkan vaksin Covid-19, sementara Nongfu merupakan pembuat air kemasan.

Saham Nongfu mencapai puncaknya minggu ini setelah analis Citigroup Inc mengatakan, perseroan telah memperkuat dominasi pasarnya dan menikmati arus kas yang cukup.

Di bursa, saham Nongfu telah melonjak 155 persen sejak melantai. Sementara Wantai naik lebih dari 2.000 persen.

Zhong juga naik peringkat karena perusahaan teknologinya Jack Ma, Ant Group, gagal melantai di bursa dan tengah dalam pengawasan ketat pemerintah setempat. Akibatnya kekayaan Jack Ma menurun dari 61,7 miliar dollar AS menjadi 51,2 miliar dollar AS.

Sementara Ambani, orang terkaya sebelumnya juga mengalami tahun yang luar biasa. Dia punya kesepakatan untuk mengubah bisnisnya, yakni Reliance Industries Ltd. menjadi raksasa teknologi dan e-commerce. Kekayaannya melonjak sebesar 18,3 miliar dollar AS menjadi 76,9 miliar dollar AS.

Namun, kini dia dalam tekanan bagaimana mewujudkan transformasi digital pada Reliance yang dijanjikannya itu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

60 Kloter Penerbangan Haji 'Delay', Menhub Minta Garuda Berbenah

60 Kloter Penerbangan Haji "Delay", Menhub Minta Garuda Berbenah

Whats New
2 Cara Cek Mutasi Rekening BCA lewat HP

2 Cara Cek Mutasi Rekening BCA lewat HP

Spend Smart
Hingga April 2024, Jumlah Investor Kripto di Indonesia Tembus 20,16 Juta

Hingga April 2024, Jumlah Investor Kripto di Indonesia Tembus 20,16 Juta

Whats New
KA Banyubiru Layani Penumpang di Stasiun Telawa Boyolali Mulai 1 Juni 2024

KA Banyubiru Layani Penumpang di Stasiun Telawa Boyolali Mulai 1 Juni 2024

Whats New
Ekonom: Iuran Tapera Tak Bisa Disamakan Dengan BPJS

Ekonom: Iuran Tapera Tak Bisa Disamakan Dengan BPJS

Whats New
Pertamina-Medco Tambah Aliran Gas ke Kilang LNG Mini Pertama di RI

Pertamina-Medco Tambah Aliran Gas ke Kilang LNG Mini Pertama di RI

Whats New
Strategi Industri Asuransi Tetap Bertahan saat Jumlah Klaim Kian Meningkat

Strategi Industri Asuransi Tetap Bertahan saat Jumlah Klaim Kian Meningkat

Whats New
Baru Sebulan Diangkat, Komisaris Independen Bank Raya Mundur

Baru Sebulan Diangkat, Komisaris Independen Bank Raya Mundur

Whats New
Integrasi Infrastruktur Gas Bumi Makin Efektif dan Efisien Berkat Inovasi Teknologi

Integrasi Infrastruktur Gas Bumi Makin Efektif dan Efisien Berkat Inovasi Teknologi

Whats New
CEO Singapore Airlines Ucapkan Terima Kasih ke Staf Usai Insiden Turbulensi

CEO Singapore Airlines Ucapkan Terima Kasih ke Staf Usai Insiden Turbulensi

Whats New
BTN-Kadin Garap Pembiayaan 31 Kawasan Industri di Jabar

BTN-Kadin Garap Pembiayaan 31 Kawasan Industri di Jabar

Whats New
Pembiayaan Baru BNI Finance Rp 1,49 Triliun pada Kuartal I 2024, Naik 433 Persen

Pembiayaan Baru BNI Finance Rp 1,49 Triliun pada Kuartal I 2024, Naik 433 Persen

Whats New
Asosiasi Pekerja Tolak Pemotongan Gaji untuk Iuran Tapera

Asosiasi Pekerja Tolak Pemotongan Gaji untuk Iuran Tapera

Whats New
TRON Hadirkan Kendaraan Listrik Roda Tiga untuk Kebutuhan Bisnis dan Logistik

TRON Hadirkan Kendaraan Listrik Roda Tiga untuk Kebutuhan Bisnis dan Logistik

Whats New
Asosiasi: Permendag 8/2024 Bikin RI Kebanjiran Produk Garmen dan Tekstil Jadi

Asosiasi: Permendag 8/2024 Bikin RI Kebanjiran Produk Garmen dan Tekstil Jadi

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com