Rumah Warga di Lombok Disulap Jadi 900 Unit Homestay untuk MotoGP 2021

Kompas.com - 02/01/2021, 11:14 WIB
Inilah keluarga Amaq Bengkok (75), Dia dan Istrinya menyaksikan tanahnya di keruk untuk pembangunan Sirkuit MoyoGP Mandalika. 1,8 hektar tanahnya masih bersengketa dengan pihak ITDC, Komnas HAM turun tangan memantau penyelesaian sengketa lahan tersebut. FITRI RInilah keluarga Amaq Bengkok (75), Dia dan Istrinya menyaksikan tanahnya di keruk untuk pembangunan Sirkuit MoyoGP Mandalika. 1,8 hektar tanahnya masih bersengketa dengan pihak ITDC, Komnas HAM turun tangan memantau penyelesaian sengketa lahan tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 900 unit lebih rumah penduduk di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang disulap menjadi pondok wisata atau homestay dalam mendukung MotoGP Mandalika 2021.

Saat ini proses pengerjaan rumah-rumah warga untuk memenuhi standar penginapan wisatawan itu kini pembangunannya sudah hampir rampung.

"Tahun 2020 ada beberapa program yang berhasil kita advokasi. Salah satunya program homestay di Lombok Tengah dan Lombok Utara. Progresnya sudah 97 persen, sudah bisa dikatakan rampung," kata anggota Komisi V DPR RI Bidang Infrastruktur dan Perhubungan, H Suryadi Jaya Purnama dilansir dari Antara, Sabtu (2/1/2021).

Suryadi mengatakan, program homestay ini merupakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR atau yang biasa dikenal dengan program bedah rumah.

Baca juga: Erick Thohir Mau Mandalika Dijadikan Education Hub

Namun, karena Lombok sudah menjadi destinasi super prioritas nasional, maka pada tahun 2020 program ini ditingkatkan untuk menunjang sektor pariwisata.

Rumah yang dibedah di Lombok, tidak sekedar membenahi menjadi layak huni, tetapi ditingkatkan menjadi layak tamu atau layak wisatawan.

Sedangkan, dana yang dikucurkan sebagai stimulan untuk program ini sangat variatif untuk tiap rumah, berkisar dari Rp 35 juta hingga Rp 115 juta. Total anggaran untuk pembangunan sebesar Rp 62,23 miliar.

"Tujuannya agar wisatawan yang berkunjung ke Lombok bisa menginap di sana, dan ini bisa memberikan manfaat ekonomis kepada masyarakat penerima program," kata dia.

Baca juga: Pemerintah Perkirakan Sirkuit MotoGP Mandalika Selesai Pertengahan 2021

"Misalnya ada tiga kamar dan satu kamar dibenahi standar hotel bertarif Rp 250 ribu saja, maka ini bisa memberi nilai ekonomis bagi penerima manfaat," kata dia lagi.

Menurut anggota DPR dari Dapil NTB Pulau Lombok ini, program bedah rumah PUPR yang ditingkatkan di Lombok ini menjadi program yang strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama di kawasan penyangga KEK Mandalika dan destinasi wisata lainnya.

Halaman:


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X