Vaksin Covid-19 dan UU Cipta Kerja Dianggap Jadi Pendongkrak Investasi

Kompas.com - 25/01/2021, 15:00 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (17/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (17/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Indonesia di Kuartal IV-2020 sebesar Rp 214,7 triliun. Angka ini naik 3,1 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2019.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, pada Kuartal IV-2020 realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 111,1 triliun atau 51,7 persen dari total keseluruhan investasi.

Adapun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 103,6 triliun atau sebesar 48,3 persen dari keseluruhan realisasi investasi.

“Ini sudah barang tentu naik dari kuartal III (2020) maupun pada kuartal yang sama pada tahun lalu (2019),” ujar Bahlil dalam konferensi pers virtual, Senin (25/1/2021).

Baca juga: Joe Biden Dorong Kongres Sahkan Stimulus Rp 26.600 Triliun

Adapun realisasi PMA pada Kuartal IV-2019 sebesar Rp 105,3 triliun. Sementara itu, PMDN pada Kuartal IV-2019 sebesar Rp 103 triliun.

Bahlil menjelaskan, realisasi PMA Kuartal IV-2020 disebabkan salah satunya karena telah ditemukannya vaksin Covid-19. Dengan begitu, maka investor semakin percaya diri menanamkan modalnya di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kita tahu di Kuartal IV di mana kasus pertama pandemi Covid sudah ada vaksinasasinya. Itu membuat rasa percaya diri teman-teman investor asing yang ada di Indonesia. Kedua, pengesahan UU Cipta Kerja cukup memberikan pengaruh yang positif atas keberlangsungan investor asing yang ada di Indonesia,” kata dia.

Jika dilihat dari negara asalnya, Singapura masih menduduki posisi pertama dengan nilai 2,6 miliar Dollar AS. Di posisi kedua ada China dengan 1,3 miliar Dollar AS.

Ketiga, Hongkong sebesar 1,1 miliar Dollar AS. Keempat, Korea Selatan 700 juta Dollar AS. Kelima Jepang dengan 500 juta Dollar AS.

“Di Kuartal IV Korea Selatan berhasil melampaui Jepang. Ini persaingan sengit dalam kontestasi realisasi investasi di Indonesia,” ucap Bahlil.

Baca juga: Sri Mulyani Jelaskan Urgensi Pembentukan LPI kepada DPR



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X