Mentan Klaim Strategi saat Pandemi Berdampak Positif ke Kinerja Pertanian

Kompas.com - 08/02/2021, 14:53 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat memberikan sambutan kepada korban gempa bumi Mamuju di posko tanggap darurat bencana, Kantor Gubernur Sulbar, Sabtu (23/1/21).
DOK. Humas Kementan Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat memberikan sambutan kepada korban gempa bumi Mamuju di posko tanggap darurat bencana, Kantor Gubernur Sulbar, Sabtu (23/1/21).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengklaim strategi dan program yang dijalankan di tengah pandemi Covid-19 berdampak positif pada kinerja sektor pertanian sepanjang tahun lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada kuartal IV-2020 sektor pertanian tumbuh 2,59 persen, dan secara keseluruhan tahun tumbuh 1,75 persen. Hal itu terjadi di tengah kontraksi ekonomi Indonesia yang tercatat minus 2,07 persen di 2020.

"Penyesuain strategi, program, dan kegiatan di tengah pandemi covid-19 yang telah dilakukan telah memberi dampak pada PDB sektor pertanian," ujar Syahrul dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin (8/2/2021).

Baca juga: Bill Gates Menjadi Penguasa Lahan Pertanian di AS

Di sisi lain, kinerja ekspor produk pertanian sepanjang tahun lalu juga positif, yakni mencapai Rp 451,7 triliun. Realisasi itu meningkat 15,79 persen dari kinerja ekspor di 2019 yang sebesar Rp 390,1 triliun.

Sejalan dengan kinerja positif itu, lanjut Syahrul, nilai tukar petani (NTP) secara nasional mengalami kenaikan di awal tahun 2021. Pada Januari 2021 NTP tercatat naik tipis 0,01 persen menjadi 103,26 dari 103,25 pada Desember 2020.

NTP merupakan indikator yang menunjukkan tingkat daya beli petani di perdesaan. Semakin tinggi NTP, maka secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hal yang menggembirakan juga terlihat dari indikator nilai tukar petani," kata dia.

Syahrul mengatakan, pada tahun ini Kementan akan terus berupaya mendorong kinerja sektor pertanian. Hal ini dilakukan pula melalui kerja sama dengan berbagai pihak, baik dengan kementerian dan lembaga (K/L) terkait maupun non pemerintahan.

Baca juga: Harga Mahal, Kementerian Pertanian Akan Genjot Produksi Kedelai Lokal

Ia berharap, pada tahun anggaran 2021 Kementan bisa melaksanakan program pembangunan pertanian dengan lebih baik untuk mewujudkan kemandirian penyediaan pangan bagi masyarakat Indonesia.

"Juga meningkatkan daya saing produksi pertanian, serta mewujudkan kesejahteraan petani," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.