Mentan: Kementan Fokus pada Intervensi Peningkatan Produktivitas Pertanian pada 2021

Kompas.com - 09/02/2021, 13:15 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yassin Limpo melakukan pertemuan virtual Tingkat Menteri ke-35 Konferensi Regional FAO untuk wilayah Asia Pasifik, Rabu (3/9/2020). HUMAS KEMENTANMenteri Pertanian Syahrul Yassin Limpo melakukan pertemuan virtual Tingkat Menteri ke-35 Konferensi Regional FAO untuk wilayah Asia Pasifik, Rabu (3/9/2020).

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sektor pertanian memberikan kontribusi positif secara nasional pada 2020.

Untuk itu, pada 2021, Syahrul mengajak Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan dengan memberikan intervensi dalam peningkatan produktivitas.

Dia mengatakan itu pada Rapat Kerja (Raker) Kementan bersama Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) guna membahas realokasi anggaran belanja Kementan pada 2021 di Gedung MPR/DPR, Senayan, Senin (8/2/2021).

"Refocusing akan tetap pada peningkatan produktivitas, saya kira ini adalah bagian-bagian yang kita orientasikan bersama,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (9/2/2021).

Baca juga: Komisi IV Minta Realokasi Anggaran Kementan Fokus buat Peningkatan Produksi

Menteri yang akrab disapa SYL ini juga menyebut, pertanian sangat penting dan menjadi penyelamat di tengah turbelensi pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, lanjutnya, ada atau tidaknya refocusing dan realokasi anggaran, produktivitas pertanian harus tetap terjamin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Syahrul menambahkan, Kementan juga berfokus pada pemenuhan pangan bagi 270 juta penduduk Indonesia. Hal tersebut diimplementasikan melalui program Ketersediaan, Akses, dan Konsumsi Pangan Berkualitas.

Salah satu contoh kegiatan prioritas dalam rangka mewujudkan program Ketersediaan, Akses, dan Konsumsi Pangan Berkualitas adalah melalui peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai, serta pangan lokal, termasuk program food estate.

Baca juga: Mentan Bantah Rumor Proyek Food Estate Kalteng Gagal Panen.

Adapun, program tersebut memiliki target volume, di antaranya peningkatan produksi padi seluas 2 juta hektar (ha), jagung 1 juta ha, kedelai 200.000 ha, dan pangan lokal 26.100 ha.

"Peningkatan produksi juga dilakukan untuk komoditas pangan penting lainnya, seperti cabai, bawang merah, daging, dan gula," tambahnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.