BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Vaksin Covid-19 yang Diproduksi di Bio Farma

Kompas.com - 16/02/2021, 13:11 WIB
Petugas menyiapkan vaksin COVID-19 sebelum disuntikkan kepada petugas PMI di Kantor PMI Kota Tangerang, Banten, Kamis (11/2/2021). Kemeterian Kesehatan hingga Kamis (11/2) telah memberikan vaksin COVID-19 Sinovac tahap pertama kepada 1.017.186 orang, sementara untuk vaksinasi tahap kedua sudah diberikan kepada 345.605 orang. ANTARA FOTO/Fauzan/aww. ANTARA FOTO/FAUZANPetugas menyiapkan vaksin COVID-19 sebelum disuntikkan kepada petugas PMI di Kantor PMI Kota Tangerang, Banten, Kamis (11/2/2021). Kemeterian Kesehatan hingga Kamis (11/2) telah memberikan vaksin COVID-19 Sinovac tahap pertama kepada 1.017.186 orang, sementara untuk vaksinasi tahap kedua sudah diberikan kepada 345.605 orang. ANTARA FOTO/Fauzan/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authoritation (UEA) untuk vaksin Covid-19 yang diproduksi di PT Bio Farma.

Dengan adanya izin penggunaan ini, maka vaksin Covid-19 dari Sinovac yang diproduksi Bio Farma bisa digunakan untuk masyarakat Indonesia.

“Emergency Use Authoritation untuk vaksin yang diproduksi Bio Farma pada hari ini 16 Februari 2021 bisa disetujui dari Badan POM RI. Vaksin produksi Bio Farma ini diberi nama vaksin Covid-19 dengan nomor: EUA2102907543a1,” ujar Kepala Badan POM RI Penny Lukito dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/2/2021).

Baca juga: Startup Kesehatan Ini Bekali Tim Medis dengan Informasi Terkini mengenai Vaksin Covid-19

Penny menjelaskan, sebelumnya Badan POM juga telah menerbitkan EUa untuk vaksin Covid-19 yang diproduksi di Sinovac, China.

Kendati vaksin yang diproduksi Bio Farma ini sama dengan yang diproduksi Sinovac, kata Penny, BPOM tetap perlu mengujinya sebelum bisa digunakan untuk masyarakat Indonesia.

Sebab, vaksin ini diproduksi di tempat yang berbeda dan kemasannya pun berbeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Namun ini membutuhkan pengujian, evaluasi khusus dan pemberian EUA terpisah, karena adanya perbedaan tempat produksi, perbedaan kemasan yang sebelumnya single dose dan sekarang multiple dose. Maka sesuai peraturan internasional dan yang diwajibkan di Indonesia terkait uea, maka perlu diregistrasikan kembali sebelum mendapatkan izin penggunaan,” kata dia.

Baca juga: Bos Waskita: Ruas Tol Penting untuk Dukung Kelancaran Distribusi Vaksin

Meski izin penggunaannya telah terbit, lanjut Penny, BPOM akan tetap memantau vaksin ini mulai dari distribusinya hingga disuntikkan ke masyarakat.

“Vaksin ini mempunyai bentuk ketersediaan vial 5 ml berisi 10 dosis vaksin bervial yang merupakan vaksin dari virus yang di inaktivasi. Dikemas dalam dus berisi 10 vial, stabil jika disimpan dalam suhu 2-8 derajat celcius, setiap vial dilengkapi dua barcode yang menunjukan identitas masing-masing vial dan berfungsi untuk melakukan tracking dan mencegah pemalsuan vaksin,” ungkap Penny.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.