Koordinator Kerja Sama, Panggilan Resmi Pemerintah China untuk Luhut

Kompas.com - 09/06/2021, 08:37 WIB

"Kedua belah pihak sepakat untuk mendukung dalam hal hak kekayaan intelektual untuk vaksin Covid-19, serta mendorong aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin yang lebih besar," tulis keterangan resmi Kemenlu China.

Selain itu, kedua negara juga menolak gerakan nasionalisme vaksin dan akan mencegah kesenjangan vaksin. Indonesia dan China akan bekerja sama untuk mempromosikan distribusi vaksin yang adil dan wajar di seluruh dunia guna melindungi hak hidup dan kesehatan orang-orang di negara berkembang.

Baca juga: Keponakan Luhut Pimpin Aftech, Ini Targetnya

Kedua negara sepakat pula untuk saling mendukung dalam pengembangan vaksin Covid-19 di negara masing-masing, sembari terus meningkatkan kerja sama di bidang pengobatan tradisonal, penelitian, pengembangan obat, industri farmasi, dan bidang kesehatan lainnya.

Adapun kesepakatan ketiga yakni meningkatkan kerja sama kedua negara di bawah Belt and Road Initiative (BRI). Indonesia dan China akan menyelaraskan BRI dan visi poros maritim global untuk memastikan penyelesaian proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sesuai jadwal.

Tak hanya itu, China akan melakukan kerja sama investasi dan pembiayaan tingkat tinggi dengan Indonesia melalui berbagai saluran, dan secara aktif mendukung Indonesia dalam mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kapasitasnya untuk pembangunan yang mandiri dan komprehensif.

"China menyambut baik Indonesia untuk meningkatkan ekspor komoditas kompetitif ke China, memperdalam konektivitas perdagangan bilateral dan bersama-sama memanfaatkan pasar besar China dan Indonesia dengan total populasi 1,7 miliar," tulis Kemenlu China.

Baca juga: Ikuti Ajakan Luhut, Bos OJK Coba Kerja dari Bali

Keempat, Indonesia dan China akan memperluas kerja sama maritim. Kedua negara sepakat untuk menjadikan pembangunan Indonesia sebagai pusat penyimpanan ikan nasional dan akan meluncurkan kerja sama perikanan yang akan membawa manfaat bagi para nelayan kedua negara.

Selain itu, kedua pihak bersepakat untuk melaksanakan pembentukan padang rumput laut ekologis dan proyek percontohan untuk desalinasi air laut. Kemudian mendukung sejumlah proyek baru berkualitas tinggi dan mempercepat konsultasi tentang kode etik di Laut Cina Selatan untuk menjadikannya sebagai tema kerja sama di wilayah itu.

Sementara kesepakatan kelima yakni memperkaya pertukaran budaya dan people-to-people. Kedua negara akan mengatasi hambatan pandemi, berinovasi dengan model interaktif dan meneruskan hubungan persahabatan tradisional antara China dan Indonesia.

Kedua belah pihak akan mengembangkan pariwisata secara online dan proyek "cloud tour" untuk memulai kembali kerja sama pariwisata secara penuh setelah pandemi. Juga akan memperkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasi dan melakukan pertukaran pelatihan atlet.

Baca juga: Luhut Keliling Korsel, Tarik Investasi hingga Bahas Vaksin Covid-19

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.