Saham-saham Ini Berpotensi Dilepas BP Jamsostek, Apa Kata Analis?

Kompas.com - 25/06/2021, 11:17 WIB
Seorang petugas sedang membersihkan area Kantor BPJS Ketenagakerjaan. antrian online BPJS Ketenagakerjaan, daftar antrian online BPJS Ketenagakerjaan, registrasi antrian online BPJS Ketenagakerjaan DOK. Humas BPJS Ketenagakerjaan Seorang petugas sedang membersihkan area Kantor BPJS Ketenagakerjaan. antrian online BPJS Ketenagakerjaan, daftar antrian online BPJS Ketenagakerjaan, registrasi antrian online BPJS Ketenagakerjaan

Kendati memiliki peluang pertumbuhan harga, Wawan memperkirakan kemungkinan kenaikannya masih di bawah harga beli BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, BPK cenderung merekomendasikan cut loss terhadap saham-saham tersebut.

Sesungguhnya, penurunan harga yang dialami oleh saham-saham itu bisa menjadi momentum mendapatkan harga murah. Dengan catatan, investor memiliki orientasi jangka panjang di atas lima tahun, serta harus siap dengan tren koreksi dalam jangka pendek.

Tidak jauh berbeda, Technical Analyst BCA Sekuritas Muhammad Syahrizannas mencermati bahwa usulan melepas enam saham ini dapat direspons negatif oleh pasar, sehingga bisa menjadi pemberat pergerakan harga enam saham itu dalam jangka pendek.

Saham-saham perkebunan seperti SIMP, LSIP, dan AALI umumnya masih memiliki kinerja yang baik. Khususnya, crude palm oil (CPO) seiring dengan tren penguatan harga yang mencapai lebih dari MYR 3.000 per ton.

"Ditambah dengan pemulihan ekonomi yang sudah membaik karena Covid-19, khususnya negara-negara tujuan ekspor sawit," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (24/6/2021).

Di sisi lain, ia juga melihat potensi pemulihan kinerja KRAS yang tecermin dari net profit margin-nya. Hal ini mengindikasikan operasionalnya masih cukup baik, sejalan dengan gencarnya penetrasi ekspor baja perseroan tahun ini.

Baca juga: Strategi Jual-Beli Saham saat Pasar Sedang "Galau"

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Prospek yang baik juga akan dialami ITMG. Setelah pembagian dividen, ITMG masih optimistis melihat kesempatan-kesempatan akuisisi tambang batu bara ke depan.

Menurutnya, yang perlu dipertimbangkan adalah GIAA. Baru-baru ini GIAA mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang berimbas pada pemberhentian sementara perdagangan sahamnya oleh bursa.

"Investor lebih melihat apa yang akan terjadi ke depan jika perseroan mengalami likuidasi karena kepentingannya paling akhir setelah pemegang saham preferen," imbuhnya.

Mempertimbangkan hal-hal di atas, ia cenderung merekomendasikan hold saham-saham plantation dalam jangka pendek. Sementara untuk ITMG dan KRAS disarankan buy.

Investor bisa buy saham ITMG di harga Rp 14.350 per saham. Adapun target harganya di Rp 15.200 per saham dan support di Rp 13.675 per saham.

Sementara itu, KRAS disarankan trading buy di harga Rp 520-Rp 525 per saham. Target harga KRAS di Rp 585 per saham dan Rp 600 per saham. Adapun support maintenance di level 505.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Saham-saham ini berpotensi dilepas BPJS Ketenagakerjaan, apa kata analis?

 

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.