Produsen Gas: Stok Tabung Oksigen Aman Selama Masyarakat Tak Menimbun

Kompas.com - 30/06/2021, 05:48 WIB
Ilustrasi: Pekerja mengisi ulang tabung oksigen untuk kebutuhan medis di Banda Aceh, Aceh, Selasa (29/6/2021) ANTARA FOTO/SYIFA YULINNASIlustrasi: Pekerja mengisi ulang tabung oksigen untuk kebutuhan medis di Banda Aceh, Aceh, Selasa (29/6/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku industri tabung gas oksigen menyatakan selama ini pasokan dari produsen tetap aman. Dalam beberapa hari terakhir, beredar kabar soal kelangkaan oksigen di pasaran.

Steering Committee Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII), Rachmat Harsono, mengatakan kelangkaan tabung oksigen di Pasar Pramuka yang terjadi belakangan ini tak bisa dijadikan barometer secara nasional.

"Orang-orang tahunya di Pramuka (Pasar Pramuka, Jakarta). Sebenarnya banyak agen di luar. Kalau orang terpusat di eceran ya ramai, datang saja ke grosir," kata Rachmat dikutip dari Tribunnews, Rabu (30/6/2021).

Dari hitungan produsen gas nasional, stok tabung gas seharusnya mencukupi kebutuhan di Tanah Air, termasuk untuk pasokan medis terutama di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Tes Acak Penumpang KRL Terus Dilakukan

Rachmat yang juga Presiden Direktur PT Aneka Gas Industri Tbk ini mengingatkan, masyarakat tak perlu panik kehabisan stok tabung oksigen. Ia juga meminta masyarakat maupun pedagang tidak melakukan aksi penimbunan.

"Harusnya kalau kalkulasi cukup, asal masyarakat tidak beli-beli. Silinder yang beredar di Indonesia menurut data, 2,5-2,7 juta data BPS 2020. Dengan jutaan botol itu seharusnya kalau kita kalkulasi cukup asal masyarakat tidak menyimpan-nyimpan," ujar Rachmat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penimbunan tabung gas oksigen sebenarnya tak perlu dilakukan. Ini karena pasien Covid-19 sebenarnya tak diharuskan dokter untuk memakai tabung oksigen.

"Orang-orang kita, karena takut mereka beli, disimpan (tabung) kayak kita zaman masker dulu. Jadi seperti ketakutan. Padahal belum tentu orang Covid-19 diharuskan pakai oksigen. Orang takut ini harus dipadamkan," ujarnya.

Baca juga: Siapkan Obat Terapi Murah Untuk Covid-19, Pemerintah Percepat Uji Klinis Ivermectin

Rachmat berharap tak ada masyarakat yang berupaya untuk menimbun tabung oksigen. Sebab, ucap dia, dengan jumlah tabung gas beredar ditambah dengan tabung yang akan datang lagi, seharusnya mampu memenuhi kebutuhan saat ini.

"Bareskrim katanya sudah mulai bergerak, kita juga ingin tahu apa ada market yang menggerakan atau ada yang. Karena kita punya kepentingan untuk memastikan suplai oksigen di rumah sakit terpenuhi," ujarnya.

Rachmat mencatat secara nasional perseroan telah memiliki filling station oksigen untuk pengisian tabung kosong. Di Jabodetabek, dia memaparkan ada 60 filling station yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

"Masyarakat diharapkan tidak konsentrasi di satu tempat gitu, tapi bisa ke mana-mana. Pramuka itu jumlahnya kecil, ecer saja. Sebenarnya ada tempat lain," tutur dia.

Baca juga: Sandiaga Uno: Wisata Berbasis Vaksin Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.