Istana Diminta Turun Tangan Atasi Hambatan Ekspor Sarang Walet ke China

Kompas.com - 27/07/2021, 12:40 WIB
hasil panen sarang walet KOMPAS.com/SUKOCOhasil panen sarang walet


JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pembina Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN) Benny Hutapea mengeluhkan hambatan ekspor sarang burung walet ke China yang sampai saat ini tak kunjung tuntas.

Hambatan utama yang dihadapi dalam proses ekspor sarang walet ke China adalah persoalan administrasi yang melibatkan institusi di China.

Benny menyebut, persoalan utama yang jadi hambatan yakni belum terbitnya sertifikasi ekspor atas dokumen yang diajukan puluhan eksportir ke General Administration Customs of China (GACC).

Padahal seluruh berkas sudah diajukan eksportir sejak 2018. Berkas tersebut menurutnya sudah berada di tangan GACC dan bahkan sebagian sudah diaudit.

Baca juga: Petani Sarang Walet Minta agar Monopoli Ekspor Sarang Burung Walet ke China Dihilangkan

Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan sertifikasi akan diberikan kepada eksportir yang mengajukan tersebut. Benny Hutapea lantas meminta pihak Istana Kepresidenan turun tangan mengatasi persoalan ini.

Permintaan tersebut secara khusus ditujukan kepada Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Terlebih, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah pernah meminta agar hambatan ekspor sarang burung walet ke China segera dituntaskan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Presiden pada 4 Mei 2021, sudah melakukan Rapat Terbatas bersama Menteri terkait dan menekankan supaya hambatan ekspor sarang burung walet ke China bisa segera dituntaskan,” kata Benny dalam keterangannya, Selasa (27/7/2021).

Menurutnya, Moeldoko perlu turun tangan mengingat fungsi KSP yakni mendukung Presiden dan Wakil Presiden dalam melaksanakan pengendalian program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis.

Baca juga: UMKM Sarang Walet Keluhkan Sulitnya Ekspor ke China, Ini Kata Kementan

Ia menilai, masalah ekspor walet ke China termasuk isu strategis yang menjadi perhatian nasional sehingga sudah seharusnya KSP turun tangan.

“Di tengah sulitnya perekonomian akibat pandemi Covid-19 pelaksanaan PPKM, Pemerintah melalui KSP harus membuat terobosan kunci untuk menghilangkan hambatan ekspor dan mendorong agar potensi devisa yang sangat besar dari ekspor sarang burung walet dapat ditingkatkan,” katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.