Ini Perbedaan Aset Kripto dengan Uang Terbitan Bank Sentral

Kompas.com - 15/08/2021, 11:17 WIB
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency. PEXELS/WORLDSPECTRUMIlustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aset kripto berkembang dengan pesat seiring dengan semakin populer dan diakui oleh sejumlah institusi keuangan.

Seperti yang dilakukan Visa, penyedia jasa pembayaran digital terbesar di dunia yang menyatakan rencana jangka panjangnya untuk menggunakan mata uang kripto sebagai alat pembayaran.

Research & Development Manager ICDX Jericho Biere mengatakan, dunia terus bergerak menuju masyarakat tanpa uang tunai (cashless society), yang mendorong sistem keuangan global untuk menyesuaikan dengan perubahan yang cepat.

Baca juga: Harga Aset Kripto Kompak Menguat, Dogecoin Melesat 20 Persen

Salah satu dari perubahan tersebut adalah dengan berkembangnya mata uang kripto yang digadang-gadang akan menggantikan mata uang fiat atau uang yang dikeluarkan bank sentral.

Tak heran bila mata uang kripto yang berkembang cepat dalam tiga tahun belakangan membuat kapitalisasinya terus naik.

Secara keseluruhan kapitalisasi mata uang kripto global saat ini menyentuh 1,56 triliun dollar AS atau sekitar Rp 22.308 triliun (asumsi kurs Rp 14.300 per dollar AS).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seiring dengan terus berkembangnya kripto, maka banyak koin kripto yang bermunculan dengan fungsi dan kapasitasnya masing-masing. Sehingga menjadikan banyak negara menglasifikasikan mata uang kripto bukan sebagai alat pembayaran namun aset investasi, yang kemudian disebut sebagai aset kripto.

Jericho menjelaskan, meski keduanya bisa digunakan sebagai pembayaran, namun nilai bawaan antara kripto dan uang konvensional atau uang fiat berbeda.

Terlebih dalam hal penerbitan dan sistem operasional keduanya sangat berbeda.

"Perbedaan yang paling menonjol di antara keduanya adalah penerbitan dan operasional desentralisasi dengan teknologi blockchain pada aset kripto, sementara uang fiat (alat pembayaran yang dikeluarkan pemerintah) bersifat sentralisasi atau terpusat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (15/8/2021).

Baca juga: Indodax: JP Morgan Jadi Bank Pertama yang Kelola Dana Investasi Aset Kripto

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.