Kompas.com - 22/08/2021, 18:48 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring dengan perkembangan bank syariah, istilah riba kian familiar di masyarakat.

Namun, tidak banyak yang benar-benar memahami arti riba.

Lantas sebenarnya, apa itu riba?

Riba adalah salah satu unsur yang dilarang dalam kegiatan operasional bank syariah.

Dikutip dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ojk.go.id dijelaskan, bila berdasarkan makna asli, arti kata riba adalah pertambahan, kelebihan, pertumbuhan, atau peningkatan.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Buka Rekening Bank Syariah Indonesia Online

Sedangkan meurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil atau sia-sia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di dalam Buku Seri Literasi Keuangan Industri Jasa Keuangan Syariah dijelaskan, MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 1 Tahun 2004 tentang bunga. Di dalam fatwa tersebut ditegaskan, praktik bunga uang saat ini telah memenuhi kriteria riba seperti yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW, yakni riba nasi'ah.

Dengan demikian, artinya bunga uang termasuk salah satu bentuk riba, dan hukum riba dalam Islam adalah haram.

Di dalam bank syariah sendiri, tidak dikenal istilah bunga bank, namun bagi hasil. Beda antara keduanya dapat dibaca lebih lanjut pada artikel berikut.

Hukum mengenai keharaman riba berlaku baik untuk bunga uang yang dilakukan oleh bank, asuransi, pasar modal, pegadaian, koperasi, atau lembaga keuangan lainnya ataupun yang dilakukan individu.

Baca juga: Simak Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah, Pilih Mana?

Mengapa riba haram?

Hukum mengenai Riba tertuang di dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 130. Ayat tersebut melarang untuk melarang harta riba secara berlipat ganda.

Hingga saat ini, tidak terdapat perbedaan pendapat di antara umat muslim mengenai pengharaman riba.

Akan tetapi, ada perbedaan terkait dengan makna dari riba atau apa saja yang merupakan riba harus dihindari untuk kesesuaian aktivitas-aktivitas perekonomian dengan ajaran syariah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.