Jejak Sejarah Ikan Asin di Indonesia, Komoditas di Pasar Mataram Kuno

Kompas.com - 13/09/2021, 12:58 WIB
Pedagang ikan asin melayani pembeli di Pasar Tradisional Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (28/7/2017). Pedagang ikan asin mengaku berbagai macam jenis ikan asin mengalami kenaikan harga rata-rata sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 akibat harga garam yang saat ini naik dan sulit didapat untuk bahan baku pembuatan ikan asin. ANTARA FOTO / ADENG BUSTOMIPedagang ikan asin melayani pembeli di Pasar Tradisional Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (28/7/2017). Pedagang ikan asin mengaku berbagai macam jenis ikan asin mengalami kenaikan harga rata-rata sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 akibat harga garam yang saat ini naik dan sulit didapat untuk bahan baku pembuatan ikan asin.
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyakarat Indonesia di berbagai daerah sudah sangat akrab dengan ikan asin. Olahan ikan yang satu ini biasanya disantap dengan menu makanan lainnya, mulai dari nasi dan sambal terasi, tahu dan tempe, tumis kangkung, hingga sayur asem. 

Soal jenisnya, jangan ditanya, banyak. Mulai ikan asin jambal, ikan asin peda, ikan asin teri, ikan asin tenggiri, ikan asin cucut, ikan asing layang, dan masih banyak lagi.

Memang tak semua orang suka ikan asin, sebab tak semua orang suka makanan yang terlalu asin. Selain itu, ikan asin juga masih kerap mendapat stigma tak berkelas, atau makanan masyarakat kelas bawah.

Baca juga: Komnas Kajiskan: Penangkapan Ikan Kerapu Sudah Berlebihan

Namun di luar itu semua, faktanya kegemaran masyarakat Indonesia menyantap ikan asin sudah berlangsung lama. Bahkan, orang-orang Nusantara, terutama di Jawa, sudah mengenal ikan asin pada masa Mataram Kuno, sekitar abad ke-8 Masehi.

Titi Surti Nastiti, seorang Arkeolog Indonesia, mengungkap banyak hal terkait aktivitas ekonomi dan sosial masyakarat Mataram Kuno lewat bukunya yang berjudul "Pasar di Jawa: Masa Mataram Kuno Abad VIII-XI Masehi".

Buku Pasar di Jawa Masa: Mataram Kuno Abad VIII-XI MasehiKOMPAS.com/ Yoga Sukmana Buku Pasar di Jawa Masa: Mataram Kuno Abad VIII-XI Masehi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Titi mengungkapkan berbagai hal terkait aktivitas masyarakat di pasar pada masa Mataram Kuno. Diantaranya terkait komoditas yang diperdagangkan di pasar, salah satunya yaitu ikan asin.

Saat itu, masyarakat Mataram Kuno sudah menjadikan ikan asin menjadi salah satu komoditas yang kerap diperdagangkan di pasar-pasar di Jawa.

"Jenis ikan yang diasinkan atau dendeng ikan, terutama jenis-jenis ikan laut seperti ikan kembung, ikan kakap, ikan tenggiri," tulis Titi merujuk kepada isi Prasasti Pangumulan A yang berangka tahun 824 saka atau 902 Masehi.

Baca juga: Daftar Harga Ikan Arwana Berbagai Jenis, Mana Paling Mahal?

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.