Ditekan Pemerintah China, Kekayaan Sejumlah Miliarder Negeri Panda Turun

Kompas.com - 17/09/2021, 14:12 WIB
CEO Alibaba Group Jack Ma (tengah) menyemarakkan Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018).  ANTARA FOTO/INASGOC/WahyudinCEO Alibaba Group Jack Ma (tengah) menyemarakkan Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah miliarder asal China tercatat mengalami penurunan kekayaan di tahun ini. Penurunan kekayaan terbesar dialami Colin Huang, yang merupakan pendiri platform e-commerce China Pinduoduo Inc (PDD).

Asal tahu saja, sepanjang tahun 2021, Huang telah kehilangan kekayaan sebanyak 27 miliar dollar AS.

Bloomberg pun melansir 10 miliarder dengan penurunan kekayaan bersih terbesar tahun ini. Di mana, enam orang berasal dari China.

Baca juga: Miliarder Perancis, Bernard Arnault, Jual Semua Sahamnya di Carrefour

Selain Colin Huang, ada juga nama-nama seperti Zhong Shanshan yang merupakan chairman perusahaan air minum kemasan Nongfu Spring Co, yang telah kehilangan 18 miliar dollar AS, Hui dari pengembang Evergrande yang terkepung utang, dan Pony Ma dari Tencent, yang kekayaannya telah turun lebih dari 10 miliar dollar AS di tahun ini.

Selain enam miliarder China tersebut, miliarder ternama seperti Jack Ma pun juga mengalami penyusutan. Hitungan Bloomberg, Jack Ma setidaknya kehilangan kekayaan sebanyak 6,9 miliar dollar AS sepanjang 2021.

Adapun, penyusutan kekayaan dari sejumlah miliarder asal China tersebut merupakan salah satu dampak dari seruannya dengan Presiden China Xi Jinping terkait “kemakmuran bersama” dengan mengendalikan perusahaan-perusahaan sektor swasta negara itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Walau Alibaba Group dan Tencent Holdings Ltd tampak mendapat tekanan dari pemerintah China, ternyata saham PDD milik Huang yang jatuh paling dalam di tahun ini. Koreksi saham PDD pun jauh lebih besar ketimbang Alibaba dan Tencent.

Baca juga: 5 Kebiasaan Miliarder Dunia yang Bikin Sukses

“PDD lebih rentan terhadap tindakan keras dibandingkan dengan rekan-rekan dengan model yang matang dan menguntungkan seperti Alibaba dan Tencent. Itulah alasan utama kinerja saham mereka tertinggal dari perusahaan teknologi lainnya." kata Kenny Ng sebagai ahli strategi sekuritas di Everbright Sun Hung Kai Co.

Asal tahu saja, PDD yang beroperasi sejak 2015 termasuk perusahaan yang cepat menjadi raksasa e-commerce dengan mempelopori pembelian komunitas.

Pengguna aktif tahunan PDD naik menjadi 788 juta pada bulan Desember 2020. Jumlah ini pun melebihi 779 juta pengguna di pasar online Alibaba.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.